Kabar sedih kali ini datang dari Tokyo, di mana pemerintah Jepang kini harus segera melupakan kunjungan manis oleh Presiden AS Donald Trump selama empat hari. Amerika Serikat, sejauh ini memang melihat Jepang sebagai sekutu terpenting di Asia Timur, terlebih guna mengantisipasi mengguritasnya pengaruh China dalam beberapa tqahun terakhir.

Kunjungan kenegaraan Trump hingga 4 hari di Jepang tentu disambut sangat hangat, terlebih negeri Matahari Terbit itu baru saja melantik Kaisar barunya, Kaisar Naruhito. Kunjungan Trump telah mendapatkan sambutan sangat meriah meski di tengah sengketa dagang yang sedang disulut Trump, terutama menyangkut produk otomotif asal Jepang.

Namun di luar itu semua, pemerintah Jepang kini nampaknya harus segera melupakan kunjungan manis dari pemimpin AS paling kontroversial sepanjang sejarah itu. Hal ini akibat keputusan keras dan mengejutkan  Trump beberapa hari usai kunjungan dari Jepang dengan mengenakan tarif masuk atas produk asal Meksiko.  Keputusan Trump yang mengejutkan itu telah memantik kekhawatiran pasar dan meruntuhkan harga minyak dunia serta indeks Wall Street.

Bagi Jepang, keputusan Trump tersebut menjadi sangat pahit karena mengerak nilai tukar mata uang Jepang Yen. Untuk dicatat, pemerintah Jepang yang dalam beberapa  tahun terakhir berupaya keras melemahkan nilai tukar Yen guna membangkitkan perekonomian Jepang dari jerat deflasi berkepanjangan.  Keputusan Trump  pada Meksiko telah membuat Yen melonjak tak tertahankan, dan otoritas moneter Jepang kini kembali dalam kesedihan yang suram dengan penguatan Yen di sesi akhir pekan ini, Jumat (31/5).

Pantauan dari pasar valuta menunjukkan, nilai tukar Yen terhadap Dolar AS yang disimbolkan USDJPY  kini di kisaran 108,3 atau melonjak 1,2% hanya dalam sehari sesi perdagangan.  Lonjakan Yen tentu akan membuat produk ekspor Jepang kemahalan di pasar internasional, hingga pada akhirnya kinerja industri Jepang terpukul untuk kemudian perekonomian Jepang yang sangat bergantung pada sektor industri kembali tenggelam dalam perlambatan.

Kabar ini adalah kabar yang sangat pahit bagi pemerintah Jepang, terlebih dalam tinjauan teknikal terkini menunjukkan, pola teknikal USDJPY yang kini membentuk kembali tren penguatan jangka menengah yang sangat solid. Hal ini berarti menandakan prospek penguatan Yen masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Dan oleh karenanya, senyum para petinggi Jepang saat menyambut Trump kini harus segera sirna beralih kesedihan yang pahit.

Presiden Trump memang lagi keterlaluan, usai mengunjungi Jepang dengan disambut hormat dan senyuman, kini harus membuat jajaran pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe berkeringat dingin menyaksikan melonjaknya Yen akibat kebijakan kejutan Trump terhadap Meksiko.