Boris Johnson selama ini dikenal sebagai pendukung garis keras Brexit.

Kabar penuh dengan kejutan seakan tak pernah habis dari Gedung Putih sejak Presiden Donald Trump bertahta. Di tengah langkah keras dan tegas dalam menangani hubungan dagang dengan sejumlah negara, Presiden yang kini sangat polpuler ini kembali mengeluarkan dukungan yang tak semestinya.

Kali ini, Ayah dari Ivanka Trump itu dengan tegas dan ceplas-ceplos menyatakan dukungannya pada salah satu kandidat terkuat pengganti Perdana Menteri Inggris Theresa May yang mundur.  Pernyataan Trump ini disampaikan beberapa hari menjelang kunjungan kenegaraannya selama tiga hari ke negeri Ratu Elizabeth.

Boris Johnson sendiri adalah seorang mantan menteri luar negeri Inggris yang diangkat ketika Perdana Menteri May baru menjabat usai hasil referendum Brexit.  Boris Johnson juga merupakan tokoh Inggris yang paling terkenal secara internasional, namun di lingkup Inggris cukup kontroversial.  Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebutkan, Boris Johnson, bila nantinya benar menggantikan PM May akan menghantarkan Inggris keluar dari Uni Eropa (yang sering dikenal dengan istilah Brexit)  tanpa kesepakatan. Hal ini tentu akan menjadi kejutan bagi pelaku pasar, karena guncangan  pada perekonomian Inggris akan semakin sulit dielakkan bila keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Perekonomian Inggris dikhawatirkan jatuh dalam resesi, dan pasar uang maupun pasar saham akan turut terseret. Namun ketakutran atau kekhawatiran pelaku pasar kini nampaknya tak perlu dibuang jauh-jauh, karena Boris Johnson kini justru mendapat dukungan yang terang dari Presiden yang tak kalah kontroversialnya, Presiden AS Donald Trump.  

Dalam sebuah wawancara dengan media The Sun, Trump menyatakan bahwa dirinya sudah memperlajari  dengan baik, dan berpendapat bahwa Boris Johnson akan bekerja dengan sangat baik biola menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris.  “Saya sebenarnya sudah mempelajarinya dengan sangat keras. Saya tahu para pemain yang berbeda. Tetapi saya pikir Boris akan melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Saya pikir dia akan sangat baik. Aku suka dia. Saya selalu menyukainya.” Demikian kata Trump kepada media The Sun.

Catatan juga menunjukkan, Boris Johnson  yang selama ini dikenal sebagai pendukung garis keras Brexit. Boris Johnson juga sempat mengutarakan pendapatnya bahwa Inggris harus mematuhi tenggat waktu Brexit 31 Oktober dan mengindikasikan ia akan mengeluarkan Inggris dari Eropa tanpa kesepakatan.

Dukungan Trump  pada Boris Johnson nampaknya akan menarik meski tidak memberikan pengaruh dalam pentas perpolitikan Inggris. Namun bila benar Boris Johnson memimpin Inggris, maka sempurnalah dua negara besar, AS dan Inggris memiliki dua pemimpin yang identik dengan penuh kejutan dan kontroversi yang tentu saja pada akhirnya akan menghantarkan kepanikan pasar lebih memaksa jantung investor untuk bekerja keras.