Nama beken BlackBerry Messenger surut digantikan aplikasi seperti LINE dan WhatsApp

BlackBerry Messenger mulai 1 Juni 2019 resmi tak lagi beroperasi. Aplikasi pesan singkat yang dikenal dengan nama BBM itu menuliskan pesan perpisahan dan menyatakan pada 31 Mei sebagai hari terakhir beroperasi.

"PING!!! Hari ini hari terakhir menggunakan BBM. Terima kasih untuk semua dukungan dan kenangan yang Anda habiskan bersama dengan BBM," tulis pihak BBM dalam akun Twitternya.

Sebelumnya pada April lalu, Emtek selaku pemegang lisensi BBM mengumumkan akan menutup aplikasi tersebut, karena sudah kehilangan pengguna setelah kalah bersaing dengan layanan sejenis seperti WhatsApp.

Dalam pengumuman itu, BBM juga menambahkan alternatif pengganti dari BBM yaitu BBM enterprise. Dalam unggahan tweet itu, pihak BBM juga menyertakan tautan link soal layanan enterprise tersebut.

Dalam tautan tersebut dituliskan bahwa BBM Enterprise atau BBMe sudah bisa diunduh dalam sejumlah platform. Layanan itu tersedia di Android, iOS, Windows, dan macOS. Pihak BBM juga menjelaskan mengenai sejumlah fitur dan keamanan serta privasi yang digunakan pada BBMe.

Berbeda dari BBM consumer yang gratis, BBMe merupakan aplikasi berbayar. Blackberry memungut biaya sebesar 2,49 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 35.600 per bulan. Tetapi mendulang banyak pengguna, BBMe ditawarkan secara gratis untuk satu tahun pertama.

Perjalanan BBM
BBM dilahirkan BlackBerry sewaktu perusahaannya masih bernama Research in Motion (RIM). Tepatnya pada 1 Agustus 2005, pada permulaan ketenaran vendor smartphone asal Kanada itu.

Saat itu BBM langsung menjadi fenomena. Sebab, belum ada layanan pesan singkat yang sebaik BBM. Meski demikian, BBM ini punya kelemahan karena hanya dapat digunakan di ponsel BlackBerry saja.

Fitur-fitur yang dimiliki BBM pun terus berkembang. Tak hanya sebagai aplikasi kirim pesan saja.

Saat itu, BBM sudah bisa mengirim foto, voice note, lokasi, sampai voice call. Bisa dibilang, BBM adalah pionir layanan messaging modern.

Fitur khasnya pun bikin nostalgia. Sebut saja PIN untuk menambah kontak, sampai suara ping buat menyapa teman atau kalau pesan tidak juga dibalas.

Namun, aplikasi ini terkesan eksklusif. Hanya dapat digunakan di BlackBerry saja.

Namun demikian, kesan eksklusif BBM pada perangkat telepon genggam BlackBerry tidak lama hilang dari ponsel yang telah banyak digunakan di seluruh dunia ini. Itu karena seiring rencana BlackBerry untuk menghadirkan aplikasi ini untuk platform yang bisa dibilang saingannya di pasar gadget atau pasar ponsel.

Bagi pengguna platform Android dan iOS dapat menggunakan layanan BBM ini diponsel mereka. Pada tanggal 23 Oktober 2013, layanan BBM baru resmi bisa digunakan lintas platform dengan dirilisnya BBM untuk iOS dan Android.

Dengan kesuksesan layanan BBM ini, tentu saja tidak lepas dari orang yang telah menciptakannya. Siapakah orang di balik kesuksesan BBM itu?

Dia adalah Gary Klassen, pria lulusan University of Waterloo jurusan Geologi. Sosoknyalah yang menjadi dalang dari kesuksesan BlackBerry dengan paltform terbaiknya BBM.

Sebelum bekerja untuk RIM (Research In Motion) atau sekarang ini telah berganti nama BlackBerry, Gary saat itu juga belajar teknologi informasi.

Gary saat itu pernah mengutarakan idenya untuk membuat aplikasi pesan instan sesama platform untuk BlackBerry. Idenya untuk RIM itu tak semulus yang dibayangkan, tetapi seiring perjalanan Gary sukses meyakinkan petinggi RIM untuk mempercayakan proyek BBM ini kepada dirinya.

Proyek BBM dimulai pada 2005.  Beranggotakan salah satu pelajar dari Mississauga yang pada saat itu melakukan eksperimen aplikasi instant messaging ciptaannya sendiri lalu mengirimkannya ke RIM dan akhirnya ia direkrut oleh Gary.

Awalnya Gary mengalami kegagalan dengan proyek BBM. Tekanan pun dirasakannya karena harus bersaing dengan aplikasi serupa seperti MSN dan AOL Instant Messenger yang pada saat itu tengah naik daun. Namun karena usahanya yang keras, akhirnya Gary dan tim berhasil menciptakan inovasi baru yang lebih penting.

Pada saat itu, indikator huruf "D" dan "R" yang menandakan pesan telah terkirim (D) dan telah dibaca (R) oleh penerima pesan merupakan salah satu yang diperdebatkan oleh Gary dan timnya. Namun ternyata indikator tersebut menjadi salah satu bagian terpenting di aplikasi BBM pada saat ini.

Hingga saat ini pengguna BBM telah mencapai 60 juta di seluruh Indonesia. Dari yang awalnya cuma beranggotakan beberapa orang, kini tim BBM telah menjadi tim besar. Bahkan tim yang ditugaskan untuk OS terbaru BlackBerry, OS 10 (BB 10) merupakan gabungan dari orang-orang yang berasal dari negara-negara berbeda.

BBM memang sempat populer sejak kemunculannya di Indonesia. Namun belakangan, nama bekennya surut digantikan dengan hadirnya aplikasi perpesanan lain, seperti WhatsApp, LINE atau Messenger.