IHSG terlihat telah mampu melepaskan diri dari kungkungan sentimen aksi Demo 22 Mei.

Menutup sesi perdagangan saham pagi ini, Kamis (23/5), gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) secara mengejutkan mampu membukukan lonjakan tajam. Gerak  naik fantastis IHSG kali ini terjadi di tengah gerak turun seluruh indeks di bursa saham utama Asia. Gerak naik mengejutkan IHSG ini juga sekaligus memperlihatkan kemampuan untuk lepas dari sentimen aksi demo 22 Mei.  Laporan sebelumnya menyatakan, sentimen dari tensi dagang yang masih panas telah memaksa bursa saham Asia terjebak dalam zona merah.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, kabar terkini dari tensi dagang AS-China yang menyebutkan, pihak menteri keuangan AS, Steven Mnuchin yang menyebut bahwa hingga kini masih belum ada rencana pengiriman delegasi perunding ke China dari AS. Kabar ini sekaligus memperkukuh isyarat yang sebelumnya disampaikan Presiden China Xi Jinping bahwa perang dagang dengan AS takkan segera berakhir.

Sentimen akhirnya masih belum beranjak dari kesuraman hingga mengantarkan tekanan jual mendera seluruh bursa saham utama Asia. Seluruh Indeks akhirnya terseret turun hingga sesi perdagangan pagi di Jakarta berakhir. Indeks Nikkei (Jepang) merosot 0,62% untuk berada di posisi 21.151,92, sementara inderks Hang Seng (Hong Kong) melemah 1,3% untuk berada di posisi 27.346,59, indeks ASX 200 (Australia) menurun 0,2% untuk berada di posisi 6.497,5, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang melemah 0,02% untuk  menjangkau kisaran 2.064,39.

Pada bursa saham Indonesia, gerak IHSG terlihat konsisten menapak penguatan di sepanjang sesi perdagangan pagi ini setelah mengawali dengan gerak naik tipis. IHSG kemudian semakin menanjak hingga sesi perdagangan ditutup. IHSG terhenti dengan melonjak 1,51% untuk terhenti di posisi 6.029,58.  Pantauan pada jalannya sesi perdagangan menunjukkan, saham-saham sektor Infrastruktur dan keuangan yang memimpin kenaikan tajam IHSG kali ini. Indeks saham sektor Infrastruktur tercatat melompat 2,44%, sementara indeks saham sektor Keuangan melonjak 1,86%, sedangkan saham sektor  industri dasar melonjak 1,73%.

Pantauan juga menunjukkan, seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan mengalami kenaikan yang bervariasi dan cenderung tajam.  Gerak IHSG dengan demikian mampu melawan sentimen global yang sedang muram  hingga sesi perdagangan pagi berakhir.