Sentimen tensi dagang sejauh ini masih mampu terimbangi oleh ketatnya pasok.

Setelah serangkaian sentimen yang hadir langsung tertutup oleh ketidakpastian tensi dagang,  gerak harga minyak dunia akhirnya terseret dalam keraguan. Setelah sempat membentuk tren jual jangka menengah pada sesi 7 Mei, gerak harga minyak terlihat tertahan setelahnya.

Sentimen dari keterbatasan pasok sebagai akibat dari kebijakan pemangkasan produksi yang digalang oleh OPEC, terlihat mampu menahan harga minyak dari keterpurukan lebih lanjut.  Gerak harga minyak (untuk jenis WTI) akhirnya hanya mampu menembus kisaran $60,04 per barel dan langsung mendapatkan perlawanan.

Secara keseluruhan, sentimen dagang masih menyita perhatian besar  pelaku pasar, namun keberhasilan OPEC menggalang kerjasama pemangkasan produksi terlihat mampu mengimbangi  imbas buruk pada harga minyak. Bahkan  sejak sesi 14 Mei hingga awal pekan ini, gerak harga minyak mampu membukukan kenaikan secsara konsisten.

Situasi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih berada dalam keraguan dalam menentukan arah gerak harga minyak. Grafik harian terkini berikut, menggambarkan situasi teknikal yang masih ragu pada harga minyak, namun peluang untuk segera membentuk kembali tren jual jangka menengah masih sangat terbuka:

 

Gerak naik yang terjadi sejak sesi 14 Mei akhirnya mampu mengerek posisi garis MA-Signal untuk menembus ke atas batas teknikal psikologisnya.  Tren jual jangka menengah akhirnya beralih menjadi fase ketiadaan tren. Namun gerak turun cukup curam di sesi perdagangan kemarin telah membuat kembali rentannya harga minyak untuk membentuk tren jual.

Dengan mengguinakan metide sederhana, bila harga minyak mampu bergerak konsisten di bawah kisaran $61,94 per barel hingga sepekan sesi perdagangan ke depan, tren jual akan kembali terbentuk. Sementara harga terkini berada di kisaran $61,04, harga minyak cukup rentan untuk membentuk tren jual kembali.

Sentimen dari tensi dagang yangh hampir bisa dipastikan akan berumur panjang diyakini akan menjadi  faktor pendorong utamanya. Namun langkah pemangkasan produksi oleh OPEC, bila diperpanjang dan diperbesar, tentu akan menjadi sentimen pengimbang  untuk mencegah harga minyak merosot dalam rentang yang tragis dan  cepat.  Persoalan  menariknya adalah, rekam jejak harga minyak yang cukup akrab untuk melakukan gerak tajam yang mengejutkan. Akankah  gerak tajam akan kembali terulang di masa depan untuk sekaligus memastikan arah gerak harga minyak? Selamat mencermati.