Pada pemeriksaan pertama, Lukman dicecar soal uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu yang disita dari ruang kerjanya.

Dalam dua hari berturut-turut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah kemarin diperiksa kasus korupsi dana haji, hari ini, Kamis (23/5), Menteri Lukman diperiksa untuk kasus suap mafia jabatan di Kementerian Agama.

"Perlu pendalaman materi terkait kasus suap dalam pengisian jabatan di Kemenag," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta. Menteri Lukman datang ke Gedung KPK sejak pukul 09.00 WIB.

Ini merupakan pemeriksaan kedua Menteri Lukman sebagai saksi untuk anggota DPR Romahurmuziy alias Romi. Sebelumnya, dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag pada Rabu (8/5).

Saat itu, KPK mencecar Lukman soal ada-tidaknya komunikasi antara dirinya dan Romi terkait kasus dugaan pengisian jabatan di Kemenag. Lukman juga dicecar soal uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu yang disita dari ruang kerjanya.

(Baca Juga: Tak Cuma Kasus Mafia Jabatan, Menag Lukman Hakim Kini Dicecar KPK Soal Korupsi Haji)

Sementara itu, usai diperiksa Lukman mengaku dirinya sudah melaporkan duit Rp 10 juta yang diterima dari eks Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin ke KPK. Namun, pelaporan itu disebut dilakukan seusai OTT terhadap Romi sehingga tak diproses KPK.

Dalam kasus yang berawal dari OTT KPK ini, Romi selaku anggota DPR diduga menerima suap Rp 300 juta dari Kakanwil Kemenang Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Duit itu diduga diberikan agar eks Ketum PPP tersebut membantu keduanya dalam seleksi jabatan di Kemenag.

KPK menduga Romi bekerja sama dengan pihak internal Kemenag dalam kasus ini. Alasannya, Romi duduk di Komisi XI yang tak punya wewenang dalam seleksi jabatan di Kemenag.

Selain soal kasus dugaan suap terhadap Romi, Lukman juga sempat diperiksa KPK pada Rabu (22/5). Pemeriksaan Lukman itu tekait penyelidikan kasus yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji.