Saham Qualcomm tercatat telah merosot tragis hingga lebih dari 23% hanya dalam tiga pekan terakhir.

Langkah keras yang diambil Presiden AS Donald Trump dalam menghadapi China, banyak diakui sebagai langkah dan kebijakan yang tepat oleh  sejumlah kalangan. Namun risiko yang harus ditanggung perekonomian AS juga bukan ringan. Sebelumnya risiko harus di tanggung sektor pertanian AS yang selama ini telah menikmati bessarnya pasar China, dan Trump harus merogoh kocek Washington hingga ratusan triliun untuk menanggung kerugian petani AS akibat tertutupnya pasar China.

Namun risiko yang sekarang, barangkali terlalu sulit bagi Trump utuk mengatasinya. Adalah raksasa perusahaan pembuat chip AS, Qualcomm. Untuk dicatat, Qualcomm selama ini telah sangat bergantung pada pasar China, di mana sejumlah besar perusahaan pabrikan smartphone asal China telah menjadi pasar yang sangat besar bagi Qualcomm.

Keputusan tegas dan keras Trump untuk melarang Huawei menjalin hubungan bisnis dengan entitas bisnis AS telah membuat Qualcomm kehilangan salah satu pelanggan terbesarnya. Hal ini mengingat Huawei yang dalam lebih dari setahun terakhir telah menahbiskan diri sebagai salah satu pabrikan terbesar smartphone dunia.

Kontan “penderitaan” Qualcomm ini langsung direspon oleh pelaku pasar di bursa Wall Street, di mana saham Qualcomm yang diperdagangkan dengan kode QCOM telah terpangkas sangat tragis sejak awal Mei ini. Untuk melihat lebih ringkasnya, berikut disaajikan grafik harian terkini saham Qualcomm:  

Sejak sesi perdagangan 2 Mei lalu, ketika saham Qualcomm mencetak harga tertingginya di $90,34, penurunan terlihat mulai terjadi dan semakin tragis terutama pada sepekan sesi perdagangan terakhir. Pada sesi perdagangan Rabu (22/5) saham Qualcomm tercatat ditransaksikan di kisaran $69,31 atau bila dihitung dari titik tertingginya telah mengalami penurunan sebesar 23,3% hanya dalam tiga pekan saja. Sementara khusus pada sesi perdagangan Rabu kemarin saja harga QCOM tercatat telah menurun lebih dari 10% yang sekaligus membentuk gap.

Gerak turun curam dan konsisten dalam tiga pekan terakhir akhirnya berimbas terbentuknya tren jual jangka menengah saham QCOM untuk sekaligus menandakan gerak turun lebih lanjut masih sangat terbuka lebar. Agak sulit dan membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang untuk mengembalikan performa saham QCOM ini. Hal ini mengingat sejumlah perusahaan pelanggan besar Qualcomm asal China harus mengungsi  keluar China untuk menghindari tarif masuk yang diberlakukan oleh Trump.

Setidaknya dalam jangka menengah-pendek, pola teknikal pada grafik di atas hampir memastikan bahwa harga saham QCOM masih suram hingga beberapa hari ke depan.  Huawei memang sangat menderita oleh keputusan  keras Trump, namun Qualcomm juga harus turut tertampar dengan gerak turun sahamnya.