Wakasad menjadi jabatan terakhir Hinsa sebagai jenderal aktif. Ia pensiun di akhir 2017.

Presiden Joko Widodo melantik Letjen Purn Hinsa Siburian sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5). Dia menggantikan pejabat lama Djoko Setiadi.

Hinsa Siburian dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 56/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi dan Aparatur Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Cecep Sutiawan.

Dalam Keppres itu juga disebutkan, Hinsa Siburian sebagai Kepala BSSN diberikan hak keuangan administrasi dan fasilitas lainnya setingkat menteri.

Mengenai pelantikan ini, Hinsa mengaku baru dihubungi Presiden Jokowi pada Senin (20/5) malam. Meski demikian Hinsa mengaku tidak kaget dengan penunjukan yang mendadak.

“Ya saya syukur sama Tuhan berarti ini kan amanah dari Tuhan. Saya juga sangat hormat dengan beliau (Presiden, red), berarti beliau kan ada pertimbangan. Saya anggap ini kepercayaan dari beliau yang harus saya jaga dan bagaimana saya bisa laksanakan dengan sebaik-baiknya dan dengan semampu saya,” kata Hinsa.

Hinsa mengaku belum ada pesan khusus yang disampaikan Presiden Jokowi kepada dirinya. Hal ini karena memang belum ada pembicaraan khusus antara Presiden dengan dirinya. “Acara kan baru di sini ya, saya mungkin nanti ada petunjuk-petunjuk,” ujarnya.

Siapa Hinsa Siburian?
Hinsa Siburian lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, 28 Oktober 1959. Jabatan militer tertinggi yang pernah diemban oleh lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan tahun 1986 ini adalah Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad).

Dia mengawali karirnya sebagai pasukan khusus anti-teror TNI AD yang ada di naungan Korps Baret Merah. Pada 1994, ia bahkan ditugaskan sebagai Komandan Pusat Pendidikan (Dansatdik) Gultor Den Sat-81 Kopassus.

Saat itu, Hinsa ditugaskan di wilayah Papua sebagai Danrem 173/Praja Vira Braja Dam XVII/Cenderawasih dan di tahun yang sama diangkat sebagai Kasdam.

Saat menjadi Pangdam Cenderawasih, Hinsa sempat meraih Adhi Makayasa atau penghargaan terbaik siswa Akabri pada 1986. Dia dianggap mampu mengayomi warga Papua.

Pria yang pernah menjabat sebagai Dansatgas Cenderawasih Grup 3 Sandhi Yudha Kopassus ini juga dinilai sebagai pihak yang mendamaikan perang antara suku Dani dan Moni di Timika pada kisaran tahun 2013 atau 2014 lalu.

Lepas dari posisi Pangdam Cenderawasih, Hinsa diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI AD pada April 2017. Ia menjadi Wakasad saat TNI AD dipimpin oleh KSAD Jenderal Mulyono.

Wakasad menjadi jabatan terakhir Hinsa sebagai jenderal aktif. Ia pensiun di akhir 2017.

Usai pensiun dari karir militer, Hinsa kemudian diangkat sebagai salah satu komisiaris PT Freeport Indonesia (PTFI) setelah Indonesia berhasil mencaplok mayoritas saham Freeport pada akhir 2018.

Mengenai jabatannya selaku Komisaris PT Freeport, Hinsa Siburian yang baru ditunjuk menjadi komisaris perusahaan itu Desember lalu mengaku akan menyesuaikan dengan undang-undang.

“Kita sesuaikan dengan aturan perundang-undangan. Saya pokoknya taat hukum taat azas,” tegas Hinsa.