Sentimen yang akan menjadi dominan di pasar sepanjang pekan ini diyakini masih terkait dengan tensi dagang AS-China.

Setelah pada sepanjang sesi perdagangan pekan laku gerak penuh kejutan menghampar di pasar global dengan sokongan sentimen tensi dagang AS-China, sesi perdagangan pekan ini terlihat masih tidak terlalu beranjak dari itu. Gerak turun lebih curam Euro, Pound, serta Dolar Kanada dan Australia benar-benar sulit diduga pada sesi perdagangan akhir pekan lalu.

Sentimen kejut memang bisa datang dari mana saja, namun semburan amarah Presiden AS Donald Trump dengan langkah keras dan penuh kejutannya sepertinya masih akan membayangi pasar di sepanjang pekan ini. Tensi dagang, nampaknya masih akan menjadi lakon penting pekan ini, dan investor mesti menyiapkan jantung yang lebih prima kali ini, terlebih kabar terkini dari gelaran pemilu lalu menyebutkan, gagal jantung yang telah menjadi penyebab dominan ratusan korban jiwa petugas pemilu.

Selain sentimen tensi dagang yang masih mungkin menghadirkan kejutan, investor perlu mencermati serangkaian agenda rilis data perekonomian terpenting di sepanjang pekan ini.

Agenda rilis data pertama akan datang dari Amerika Serikat, pada sesi Selasa (21/5) jam 07.00 waktu Indonesia barat, di mana Gubernur The Fed, Jerome Powell akan memberikan pernyataannya. Dua setengah jam berselang otoritas Australia akan merilis hasil pertemuan kebijakan moneternya.  Sorenya, jam 16.30 waktu Indonesia barat, otoritas Inggris yang akan merilis laporan inflasi.

Agenda berikutnya datang dari Selandia Baru, di mana pada Rabu (22/5) akan merilis data penjualan ritel jam 06.45 waktu Indonesia barat.  Tiga setengah jam kemudian disusul dengan rilis pernyataan Gubernur bank sentral Australia.  Pada jam 16.30 waktu Indonesia barat, giliran otoritas Inggris yang akan merilis data inflasi tahunan dan 4 jam kemudian disusul dengan rilis data penjualan ritel bulanan oleh pemerintah Kanada.

Investor kemudian akan beralih pada rilis  hasil pertemuan pimpinan The Fed pada Kamis (23/5) dinihari jam 02.00 waktu Indonesia barat.  Selang satu jam kemudian investor akan diguyuri rilis sdata dari Eropa di mana otoritas Jerman dan Perancis akan merilis data indeks PMI.  Hari terakhir sesi perdagangan pekan ini, Jumat (24/5) investor akan langsung tertuju perhatiannya pada pemerintah Inggris yang akan merilis data penjualan ritel bulanan pada jam 16.30 waktu Indonesia barat.  Empat jam kemudian, otoritas AS akan merilis data pesanan barang tahan lama.

Serangkaian agenda rilis data di atas memperlihatkan pekan yang cukup sibuk, namun kejutan tetap menjadi opsi yang mungkin terjadi. Oleh karenanya, investor perlu menyiapkan jantung yang prima.

Happy Trading.