Gerak turun lebih lanjut saham ANTM masih akan terjadi.

Praktis, sejak sesi perdagangan 25 Februari lalu, gerak harga saham PT Aneka Tambang Tbk., telah menurun secara konsisten hingga sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/5).  Setelah mencapai titik termahalnya di Rp1.090 per lembarnya di sesi perdagangan trrsebut, gerak turun berlangsung konsisten tanpa dapat ditahan oleh silih bergantinya sentimen yang hadir di bursa saham global. Saham yang diperdagangkan dengan kode ANTM tersebut kini terhenti di Rp670 per lembarnya, atau telah terjungkal turun 38% dari titik tertingginya.

Sebuah kisaran penurunan yang tragis tentunya, dan sekaligus memantik rasa penasaran investor untuk mencari peluang melakukan aksi akumulasi. Namun sayangnya, serangkaian situasi teknikal yang tersedia hingga kini masih belum menunjukkanmomentum yang tepat untuk melakukan aksi akumulasi.

Betapa pun reputasi saham ANTM cukup memadai untuk dilakukan investasi jangka panjang, namun situasi teknikal yang ada menunjukkan, gerak tgurun suram yang sangat mungkin untuk berlanjut hingga beberapa hari dan bahkan pekan ke depan.  Untuk ,ebih ringkasnya, berikut disajikan grafik harian terkini saham ANTM:

Dalam lebih dari dua pekan sesi perdagangan terakhir, pola gerak harga atau candle sebagaimana terlihat  pada grafik dia atas, terlihat cukup stabil menjaga jarak dengan indikator garis MA-Signal. Situasi seperti ini adalah khas bagi saham yang sedang mengalami tekanan jual cukup besar.  Sementara indikator titik P-Sar dengan garis MA-Signal yang  terlihat masih cukup renggang, semakin mengukuhkan bahwa tekanan jual akan berlanjut.

Aksi akumulasi dalam situasi teknikal demikian akan menjadi sia-sia dan hanya menciptakan muka murung bagi investor. Gerak turun lebih lanjut masih akan terjadi, dan oleh karenanya aksi akumulasi dianjurkan menunggu terlebih dulu terbentuknya pola kejenuhan tren jual yang memuncak.

Seluruh situasi teknikal yang menunjukkan solidnya tren jual pada saham ANTM sesungguhnya telah berseiring dengan pola  gerak IHSG  dan sejumlah saham unggulan yang telah dimuat dalam ulasan teknikal sebelumnya.  Bursa saham Indonesia, dengan demikian telah layak disebut sedang memasuki tren jual yang kukuh, dan oleh karenanya jangan sesekali melawan pasar.

Happy Trading.