Terbentuknya tren jual jangka menengah yang masih sangat solid, justru merupakan petunjuk penting bahwa saham BBTN sedang memasuki terowongan gelap koreksi yang masih panjang.

Sentimen global yang sedang menghampar dalam sepanjang bulan Mei ini sepertinya lumayan serius. Seluruh indeks di bursa saham global terlihat telah tersungkur tak berdaya dalam setidaknya dua pekan sesi perdagangan terakhir. Tak terkecuali dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia. Gerak turun IHSG kini tercatat telah mencapai 12% dibanding titik tertingginya.

Sejumlah sham unggulan telah mulai tiarap dan terkapar, termasuk saham PT Bank Tabungan Negara Tbk., yang diperdagangkan dengan kode BBTN. Pola gerak harga saham BBTN sebagaimana tertera dalam grafik harian terkini di bawah menunjukkan, gerak turun yang bergitu konsisten dan curam serta berlangsung hampir beruntun sejak sesi perdagangan 18 April lalu.

Di titik tertingginya usai gelaran  pemilihan umum, harga saham BBTN mencetak Rp2.700 per lembar, namun gerak turun konsisten setelahnya yang berlanjut hingga akhir pekan ini, Jumat (17/5) telah membuat harga saham BBTN kini terhenti di Rp 2.240 per lembarnya atau telah melorot lebih dari 17% dari titik termahalnya.  Kisaran penurunan yang cukup tajam ini menjadi  menarik  untuk dibincangkan. Apakah harga saat ini telah cukup murah untuk dilakukan aksi akumulasi? Berikut ulasan teknikal dengan diawali sajian grafik terkininya:

D1

Sempat mencetak titik termurahnya di kisaran Rp2.230 di sepanjang pekan ini, bukanlah jaminan bahwa gerak turun harga saham BBTN telah berakhir.  Terbentuknya tren jual jangka menengah yang masih sangat solid, justru merupakan petunjuk penting bahwa saham BBTN sedang memasuki terowongan gelap koreksi yang masih panjang.

Grafik di atas memperlihatkan, jarak yang terentang antara titik P-Sar dengan indikator garis MA-Signal yang masih sangat lebar. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa tekanan jual masih sangat tersedia. Konsekuensinya, gerak turun lebih lanjut sangat besar peluangnya untuk terjadi.  Solidnya tren jual saham BBTN juga terlihat dari posisi candle yang berhasil menjaga jarak dengan indikator garis MA-Signal.  Serangkaian situasi teknikal saham BBTN dengan demikian telah dengan terang memperlihatkan tren jual yang sangat solid.

Investor dengan demikian dianjurkan untuk menahan diri dari aksi akumulasi yang melawan tren sangat solid ini. Situasi teknikal yang tersaji kali ini masih menunjukkan bukan waktunya untuk melakukan aksi akumulasi. Masih ada harga  yang lebih murah berikutnya, dan sangat mungkin pekan depan akan menjadi kabar muram bagi investor yang masih keras kepala menahan posisi pada saham BBTN ini.

Happy Trading.