Sikap pemerintah China  dalam merespon pelemahan Yuan yang terjadi secara tajam dan beruntun dalam dua pekan terakhir, oleh karenanya menjadi kritis untuk dicermati.

Tensi dagang yang terus meningkat dalam dua pekan terakhir telah berbuah pada gerak nilai  tukar mata uang China, Yuan terus melemah. Pantauan terkini menunjukkan, niklai tkar Yuan yang gelah mencapai kisaran 6,945 per Dolar AS atau telah sangat dekat dengan level psikologis yang dinantikan investor, 7,0.

Pantauan sebelumnya juga menyebutkan, gerak nilai  tukar Yuan yang telah melemah sangat curam hingga 2,7% sejak Trump mendeklarasikan penaikkan tarif masuk atas produk asal China senilai $200 milyar.  Gerak melemah Yuan tersebut masih berlanjut hiongga sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/5). Pelemahan nilai tukar mata uang Yuan, selama ini menjadi salah satu sumber kemarahan Presiden Trump, karena menilai pemerintah Beijing sengaja melemahkannya guna mendongkrak daya saing produk China di pasar internasional.

Sikap dan langkah keras Trump yang mengejutkan pekan lalu dengan menaikkan tarif masuk atas produk China kemudian langsung direspon pasar valuta dengan melemahkan Yuan dalam rentang yang sangat tajam.  Bila pelemahan ini berlanjut, tentu akan semakin membuat marah Trump yang sejau ini terkenal dengan ceplas-ceplosnya itu.

Serangkaian analisis yang beredar di pasar kini sedang mencari penjelasan apakah Beijing akan membiarkan pelemahan Yuan berlanjut, sebagai balasan atas penaikkan taruf masuk yang dilakukan Trump. Namun seperti telah dimuat dalam sejumlah ulasan, menggunakan amunisi pelemahan Yuan dalam menghadapi tensi dagangan dengan AS adalah langkah yang sangat berisiko bagi China.  Yuan yang melemah, memang akan dengan cepat mendongkrak daya saing produk China. Persoalannya adalah melemahnya Yuan akan memantik arus keluar modal asing dari China yang pada gilirannya akan memukul balik pertumbuhan ekonomi China untuk semakin rawan tenggelam dalam perlambatan tajam yang menakutkan itu. Melemahkan Yuan memang akan cukup menggelisahkan Trump, tapi juga bisa menjadi senjata makan tuan bagi perekonomian China.

Sikap pemerintah China  dalam merespon pelemahan Yuan yang terjadi secara tajam dan beruntun dalam dua pekan terakhir, oleh karenanya menjadi kritis untuk dicermati. Apakah pemerintah China akan cenderung membiarkan Yuan terus melemah dengan segala risikonya, ataukah sebaliknya, mencegah agar Yuan tidak sampai menyentuh level psikologisnya di 7,0?  Sikap pemerintah China menanggapi pelemahan Yuan inilah yang akan menjadi misteri Yuan yang menggelisahkan Trump.