Mandeknya perundingan dagang kali ini tentu akan semakin menambah beban berat bagi bursa saham Asia dalam membuka sesi perdagangan pekan depan.

Sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/5) akhir4nya ditutup dengan gerak turun indeks Wall Street menyusul mandeknya perundingan dagang AS-China. Laporan menyebutkan, delegasi perunding dari AS yang telah diundang oleh pemerintah Beijing, namun kini tertahan akibat respon Beijing terhadap langkah keras terbaru dari Presiden AS Donald Trump.  Laporan terkait juga menyatakan, pihak perunding dari China dan AS yang masih belum jelas tentang apa yang akan dijadikan obyek perundingan kali ini.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Presiden Trump yang telah mersemikan pelarangan pengguanaan produk perangkat telekomunikasi buatan Huawei, di mana pemerintah China diyakini akan segera memberikan reaksi kerasnya.  Pelarangan disebutkan mencakup jalinan atau hubungan bisnis dengan Huawei oleh perusahaan asal AS.  Perusahaan AS kimni diharuskan mendaatkan semacam ijin atau lisensi khusus bila ingin menjalin hubungan dagang dengan Huawei.

Langkah ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Huawei yang sedang berupaya semakin mengukuhkan diri sebagai raksasa perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia.  Rencana digelarnya kembali perundingan dagang akhirnya terhenti dengan langkah yang diambil Trump tersebut, dan sekaligus menghantarkan sejumlah saham yang sensitif dengan pasar China terpangkas tajam. Pantauan juga menunjukkan, sejumlah saham yang selama ini memiliki jalinan bisnis dengan Huawei menglami keruntuhan harga di bursa Wall Street.  Saham perusahaan Qualcomm, Qorvo, serta Micron Technology terpantau mengalami keruntuhan sangat tajam.

Gerak turun sejumlah saham terkemuka tersebut termasuk Apple dan Caterpillar akhirnya menghantarkan indeks Wall Street terkapar tak berdaya. Indeks DJIA merosot 0,38% untuk berakhir di kisaran 25.764,0, sementara indeks S&P 500 terkikis 0,58% untuk terhenti di posisi 2.859,53, serta indeks Nasdaq yang anjlok 1,04% untuk menetap di posisi 7.816,29.   

Mandeknya perundingan dagang kali ini tentu akan semakin menambah beban berat bagi bursa saham Asia dalam membuka sesi perdagangan pekan depan. Sebagaimana diketahui bersama, gerak indeks di bursa  saham Asia yang dalam hampir sepanjang pekan ini telah mengalami tekanan jual cukupi ntens dengan sentimen gagalnya perundingan dagang AS-China menjadi faktor utamanya.