Pembukaan bursa saham Eropa yang diwarnai gerak turun indeks dengan seragam membuat investor di Jakarta semakin beralih pesimis.

Menutup sesi perdagangan  saham akhir pekan ini, Jumat (1/5), indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Jakarta semakin tenggelam.  Laporan menyebutkan, sentimen dari tensi dagang AS-China yang masih menjadi perhatian utama investor, di mana pada sesi pembukaan bursa saham Eropa gerak turun kembali berlanjut.

Sementara pantauan pada bursa saham utama Asia menunjukkan, gerak indeks yang mixed hingga sesi perdagangan berakhir.   Seperti dilaporkan sebelumnya,  berakhirnya indeks  Wall Street di zona kenaikan tajam di sesi sebelumnya sempat   mengangkat sikap optimis investor di Asia. Namun di pertengahan sesi perdagangan, sikap investor cenderung beralih dalam keraguan.

Secara umum, perhatian investor sempat tertuju pada  langkah tegas  Presiden AS Donald Trump  yang secara resmi mengenakan larangan  untuk tidak menggunakan perangkat telekomunikasi buatan Huawei dengan dalih keamanan nasional. Pada bagian lain,  Trump juga telah memutuskan untuk menunda penaikkan tarif masuk atas produk otomotif asal Eropa hingga 6 bulan ke depan.

Sikap ragu investor akhirnya menjadi tak terhindarkan dan gerak indeks yang mixed merupakan cermin keraguan tersebut. Hingga berakhirnya sesi perdagangan, indeks Nikkei (Jepang) masih melonjak tajam 0,89% untuk berada di posisi 21.250,09, indeks Hang Seng (Hong Kong) terpangkas tajam  1,16% untuk menjangkau 27.946,46, sementara indeks ASX 200 (Australia) menguat 0,59% untuk menjangkau 6.365,3, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang melemah  0,58% untuk berada di posisi 2.055,8.

Pada bursa saham Indonesia, gerak turun IHSG  terlihat semakin dalam menjelang  sesi perdagangan ditutup. Pembukaan bursa saham Eropa yang diwarnai dengan gerak turun indeks yang seragam  membuat investor di Jakarta semakin beralih melakukan tekanan jual. Menutup sesi akhir pekan ini, IHSG terpangkas 1,16% untuk menetap di 5.826,87. Gerak turun tajam IHSG kali ini sekaligus semakin menjauhi level psikologis di 6.000-an.

Pada jalannya sesi perdagangan menunjukkan, gerak turun yang terlihat sangat signifikan menimpa sejumlah besar saham unggulan. Pantauan menunjukkan sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan  yang mengalami koreksi cukup curam. Diantaranya adalah:  BBRI, BBCA, TLKM, BBNI, BMRI, ASII, UNVR, PTBA, WSKT, SMGR, GGRM, HMSP, serta PGAS.