Tren jual saham BBRI masih sangat solid.

Beralihnya kembali  sikap investor menuju suram telah tururt menyeret gerak harga salah satu saham  paling favorit dalam zona koreksi yang berkepanjangan. Adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., yang pada sesi perdagangan pagi akhir pekan ini, Jumat (17/5) kembali turun untuk semakin menjauhi level psikologisnya di kisaran Rp4.000. Kini, saham yang diperdagangkan dengan kode BBRI  tersebut ditutup di kisaran Rp3.790 setelah kembali terpangkas tajam 1,8%.

Lagi-lagi, investor kembali menaruh perhatian besar pada saham yang langganan jadi buruan ini. Namun sebagaimana telah dimuat dalam ulasan teknikal edisi 16 Mei lalu, tren jual  atau tren pelemahan jangka menengah saham BBRI  yang kembali solid akibat gerak turun yang berlanjut dan dalam rentang yang lebih tajam. Gerak turun lebih lanjut sebagaimana terjadi pada sesi akhir pekan pagi ini, oleh karenanya merupakan hal yang sangat lumrah dalam tinjauan teknikal.

Untuk sekedar memperbarui tinjauan teknikal, berikut kembali disajikan grafik harian terkini saham BBRI:

Sebagaimana dimuat dalam ulasan teknikal sebelumnya, pola grafik di atas memperlihatkan, jarak yang terentang antara indikator garis MA-Signal dengan titik P-Sar yang telah cukup sempit atau terkompresi. Namun karena gerak turun terjadi semakin tajam dalam sepekan sesi terakhir, membuat jarak yang terentang antara garis MA-Signal dengan batas teknikal psikologisnya masih melebar. Akibatnya, kompresi yang terjadi pada jarak antara indikator titik P-Sar dengan garis MA-Signal kini mentah, dan tren jual saham BBRI menjadi solid.

Situasi teknikal demikian merupakan kabar yang suram bagi investor yang masih menahan saham BBRI di harga sebelumnya.  Rekam jejak serta kinerja keuangan yang mengesankan, kini harus berhadapan dengan situasi teknikal yang sangat serius dan sangat panas, dan investor yang berminat untuk melakukan aksi akumulasi, kini dianjurkan untuk terlebih dulu menantikan terjadinya kompresi pada jarak antara indikator garis MA-Signal dengan batas teknikal psikologisnya.

Gerak turun seberapa tajam pun, dalam situasi teknikal seperti ini bukanlah jaminan bahwa harga terendah telah tercetak. Gerak rebound usai terjadinya gerak turun tajam memang sangat mungkin akan mendera saham BBRI berkat rekam jejak dan kinerja keuangannya. Namun gerak rebound tersebut bukanlah jaminan bahwa tren jual telah berakhir.

Investor dengan demikian masih perlu waspada bila hendak memasuki saham BBRI demi terhindar dari floating loss yang tidak perlu.