Masih sangat mungkin bagi saham  BBCA untuk mencetak harga terendah barunya dalam beberapa hari sesi perdagangan ke depan

Gelombang sentimen muram yang dipicu pernyataan dan langkah  keras Presiden AS Donald Trump dalam menghadapi  sengketa dagang dengan China  akhirnya telah mendorong koreksi besar di hampir seluruh bursa saham di dunia. Tak terkecuali dengan Indonesia, di mana indeks harga saham gabungan (IHSG) telah membentuk tren jual jangka menengah dan kini juga tercermin dalam pola teknikal pada salah satu saham unggulan yang menjadi buruan investor.

Adalah saham PT Bank Central Asia Tbk., yang diperdagangkan dengan kode BBCA yang telah membentuk tren jual jangka menengah pada sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/5) saat menutup sesi pagi dengan turun 1,14% di Rp26.100.  Grafik harian terkini saham BBCA berikut akan memberikan gambaran ringkas situasi teknikalnya:

Grafik harian di atas memperlihatkan dengan jelas, Indikator garis MA-Signal yang telah menembus ke bawah batas teknikal psikologisnya di sesi perdagangan akhir pekan ini. Tren jual atau tren pelemahan jangka menengah dengan demikian telah terbentuk. Seperti terlihat pula, teseretnya indikator garis MA-Signal ini sebagai konsekuensi dari gerak turun curam yang berlangsung secara beruntun dalam 7 hari sesi perdagangan terakhir.

Sementara  jarak yang terentang antara titik P-Sar dengan garis MA-Signal juga terlihat merenggang, tren jual saham BBCA dengan demikian sangat solid. Solidnya tren jual saham BBCA kali ini juga bisa dilihat dari posisi candle, di mana dalam empat hari sesi perdagangan terakhir terlihat mampu secara konsisten menjaga jarak yang cukup jauh dari indikator garis MA-Signal.

Serangkaian situasi teknikal yang tersedia ini sekaligus  menjadi peringatan bagi investor untuk tidak sesekali melakukan aksi melawan tren dengan membeli saham ini.  Gerak turun betapa pun tajamnya dalam situasi teknikal seperti ini bukanlah jaminan bahwa harga terendah telah tercetak. Masih sangat mungkin bagi saham  BBCA untuk mencetak harga terendah barunya dalam beberapa hari sesi perdagangan ke depan.

Solidnya tren jual saham BBCA juga sekaligus mencerminkan betapa penurunan IHSG dalam beberapa pekan terakhir telah dengan sempurna mewakili kesuraman situasi pasar yang sesungguhnya.  Karena sebelumnya sejumlah saham unggulan lain juga telah membentuk tren jual yang solid seperti UNVR dan BBRI.