Gerak menguat sangat tipis Rupiah di sesi siang ini, sekaligus menunjukkan kerentanannya untuk mudah beralih kembali ke zona pelemahan.

Pantauan terkini dari pasar valuta Asia menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang masih cenderung seragam di zona merah. Gerak  melemah nilai tukar mata uang Asia masih dilatari sentimen tensi dagang AS-China yang rawan untuk meningkat dan sekaligus mengancam kinerja perekonomian global. Seperti diwartakan sebelumnya, kabar terkini dari tensi dagang AS-China yang menyebutkan langkah keras Trump yang berlanjut dengan melakukan pelarangan penggunaan produk perangkat telekomunikasi buatan Huawei, salah satu perusahaan raksasa telekomunikasi asal China.

Langkah keras Trump ini diyakini akan segera mendapatkan balasan dari Beijing hingga memantik kekhawatiran investor. Gerak nilai tukar mata uang Asia akhirnya kembali tertekan dalam sesi perdagangan siang ini, Jumat (17/5). Pantauan terkini menunjukkan, hampir seluruh mata uang Asia yang telah dengan seragam menginjak zona pelemahan.

Mata uang Asia hanya menyisakan Rupiah yang masih mencoba bertahan berada di zona penguatan tipis namun rentan untuk kembali beralih ke zona pelemahan. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran Rp14.440 per Dolar AS atau menguat sangat tipis 0,03% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya.

Sekedar catatan tambahan, gerak melemah Rupiah dalam lebih dari sepekan terakhir yang dipicu oleh serangkaian rilis data  perekonomian nasional yang mengecewakan pasar, terutama data inflasi dan neraca dagang yang mengalami defisit cukup besar. Muramnya sentimen domestik ini kemudian berkombinasi dengan sentimen tensi dagang AS-China yang semakin liar hingga menghantarkan Rupiah sempat mencetak titik terlemahnya di kisaran Rp14.655 per Dolar AS  pada sesi 14 Mei lalu.

Dalam tinjauan teknikal sebelumnya telah disinggung, gerak menguat Rupiah dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir memang sedimit menghibur, namun pola teknikal yang terbentuk masih menunjukkan belum rentannya tren pelemahan jangka menengah Rupiah.

Masih terlalu sulit bagi Rupiah untuk mampu membukukan penguatan meyakinkan  hingga beberapa hari sesi perdagangan ke depan, seiring dengan masih muramnya sentimen global yang sedang menghampar.  Gerak naik sangat tipis yang terjadi di sesi siang ini, sekaligus menunjukkan kerentanannya untuk mudah beralih kembali ke zona pelemahan.