Tren jual saham BBRI kini menjadi solid akibat gerak turun tajam dan konsisten dalam sepekan terakhir.

Laporan caleg PDIP, Dewi Ambarwati Tanjung terhadap Amien Rais terkait dengan dugaan makar, barangkali akan menjadi topik yang panas hingga beberapa waktu kedepan. Amien Rasi yang memiliki basis dukungan cukup besar kini harus berpikir keras untuk menghadapi laporan yang sangat serius. Namun panasnya topik dugaan makar ini, barangkali juga tak berbeda dengan topik panas di bursa saham. Investor di bursa saham Indonesia, kini tentu sedang memandang dengan “takjub” runtuhnya harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., hampir dalam  sebulan terakhir secara konsisten. Saham yang diperdagangkan dengan kode BBRI tersebut bahkan kini telah terlihat stabil di bawah level psikologisnya di Rp4.000.

Dalam sejumlah ulasan teknikal sebelumnya telah ditekankan, rentannya tren pelemahan atau tren jual jangka mengengah saham BBRI, namun akibat gerak turun yang semakin liar dalam sepekan terakhir, tren jual yang rentan tersebut kini menjadi solid. Gerak turun lebih lanjut, oleh karenanya, kini berpeluang sangat besar dan itu sebabnya saham BBRI mendapat perhatian serius investor.

Sebagai salah satu saham yang paling diburu berkat rekam jejak serta kinerja keuangannya, gerak turun yang berlarut pada saham BBRI bisa juga dijadikan sebagai petunjuk penting bagi prospek IHSG secara keseluruhan. Namun untuk sekedar memberikan gambaran ringkas, berikut disajikan grafik harian terkini saham BBRI:

Pola grafik di atas memperlihatkan, jarak yang terentang antara indikator garis MA-Signal dengan titik P-Sar yang telah cukup sempit atau terkompresi. Namun karena gerak turun terjadi semakin tajam dalam sepekan sesi terakhir, membuat jarak yang terentang antara garis MA-Signal dengan batas teknikal psikologisnya masih melebar. Akibatnya, kompresi yang terjadi pada jarak antara indikator titik P-Sar dengan garis MA-Signal kini mentah, dan tren jual saham BBRI menjadi solid.

Situasi teknikal demikian merupakan kabar yang suram bagi investor yang masih menahan saham BBRI di harga sebelumnya.  Rekam jejak serta kinerja keuangan yang mengesankan, kini harus berhadapan dengan situasi teknikal yang sangat serius dan sangat panas, dan investor yang berminat untuk melakukan aksi akumulasi, kini dianjurkan untuk terlebih dulu menantikan terjadinya kompresi pada jarak antara indikator garis MA-Signal dengan batas teknikal psikologisnya.

Gerak turun seberapa tajam pun, dalam situasi teknikal seperti ini bukanlah jaminan bahwa harga terendah telah tercetak. Gerak rebound usai terjadinya gerak turun tajam memang sangat mungkin akan mendera saham BBRI berkat rekam jejak dan kinerja keuangannya. Namun gerak rebound tersebut bukanlah jaminan bahwa tren jual telah berakhir. Panasnya pertarungan sentimen rekam jejak dan kinerja keuangan saham BBRI dengan pola teknikal yang ada kini terlihat mirip dengan panasnya laporan dugaan makar.

Happy Trading.