Sejumlah besar saham unggulan mengalami koreksi cukup signifikan di sesi perdagangan kali ini.

Sesi perdagangan saham pertengahan pekan ini, Rabu (15/5) akhirnya kembali diwarnai dominannya tekanan jual yang meruntuhkan IHSG dalam taraf yang signifikan.  Sejumlah saham unggulan yang selama ini memperoleh perhatian besar investor terlihat kembali mengalami koreksi yang sangat kritis pada sesi perdagangan kali ini.

Salah satunya adalah saham BBRI, saham dari perusahaan perbankan terbesar di Asia tenggara ini kini mengalami koreksi yang penting karena telah menembus kembali level psikologisnya di Rp4.000-an. Penembusan ke bawah saham BBRI kali ini sekaligus membuat tren jual jangka menengah yang sebelumnya kurang solid menjadi cukup solid dan akhirnya menendakan peluang besar bagi saham BBRI untuk menurun lebih jauh di beberapa waktu ke depan.

Catatan menunjukkan, tak hanya saham BBRI yang melakukan gerak koreksi yang kritis pada sesi kali ini, melainkan sejumlah besar saham unggulan yang juga jatuh dalam zona merah yang mersahkan.  Saham lain UNVR juga kini telah semakin memantapkan tren jual yang telah terbentuk beberapa hari sebelumnya dengan gerak menurun lanjutan yang terjadi di hari ini. Berikut daftar saham ungghulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan dan mengalami koreksi dalam rentang bervariasi:

BBRI turun 3,95% untuk berakhir di Rp3.890

BMRI turun 0,33% untuk berakhir di Rp7.425

BBCA turun 0,63% untuk berakhir di Rp27.300      

BBNI turun 2,66% untuk berakhir di Rp8.225       

ASII turun 0,71% untuk berakhir di Rp6.950       

TLKM turun 2,65% untuk berakhir di Rp3.660       

PTPP turun 7,67% untuk berakhir di Rp1.745       

UNVR turun 1,98% untuk berakhir di Rp42.000       

PTBA turun 4,91% untuk berakhir di Rp2.900       

WSKT turun 4,34% untuk berakhir di Rp1.760       

WIKA turun 5,39% untuk berakhir di Rp1.930      

JPFA turun 4,67% untuk berakhir di Rp1.325       

HMSP turun 1,44% untuk berakhir di Rp3.400       

TINS turun 3,6% untuk berakhir di Rp1.070       

ICBP turun 1,29% untuk berakhir di Rp9.525       

INDF turun 1,96% untuk berakhir di Rp6.250

SMGR turun 1,17% untuk berakhir di Rp10.550       

Sentimen dari rilis data neraca dagang yang secara mengejutkan membukukan defisit cukup besar nampaknya telah menjadi pemicu yang menentukan untuk menuntun sejumlah besar saham unggulan memasuki  zona koreksi yang suram.