Gerak turun nilai tukar Dolar Australia diperkirakan masih akan berlanjut.

Tidak saja mata uang Rupiah yang menderita dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar mata uang kuat Dolar Australia pun telah lebih dulu terkapar dalam waktu panjang hingga sesi perdagangan siang ini di Asia, Rabu (15/5). Sejumlah sentimen memang sedang sangat buram bagi  mata uang negeri Kanguru itu. Mulai dari perundingan dagang yang bisa dibilang nyaris kolaps di pekan lalu, hingga rrilis data produksi industri China terkini yang menunjukkan perlambatan.

Untuk dicatat, perekonomian Australia yang dalam beberapa tahun terakhir telah semakin mengandalkan perekonomian China sebagai mitra terbesarnya. Konsekuensinya, setiap kinerja perekonomian China berada dalam guncangan serius, maka kinerja perekonomian Australia dipastikan terseret. Sentimen perundingan dagang yang nyaris gagal total, di mana pada akhirnya akan memukul perekonomian China dengan sangat dalam sebagaimana “dijanjikan” oleh Presiden AS Donald Trump, tentu pada gilirannya akan turut menyeret ekonomi Australia dalam kesulitan.

Akibatnya gerak nilai tukar mata uang Dolar Australia, yang sering dijuluki Aussie akan turut terpukul. Ditambah dengan kinerja perekonomian Australia yang dalam beberapa tahun terakhir tak pernah membukukan   pertumbuhan yang mengesankan, gerak nilai tukar Aussie semakin terkapar sebagaimana terjadi pada siang ini.

Sentimen kini kemungkinan akan beralih ke Eropa dan Amerika Serikat. Di mana otoritas Uni Eropa pada hari ini akan merilis data pertumbuhan PDB zona pengguna mata uang tunggal Euro tersebut. Perhatian pasar juga akan tertuju pada rilis data penjualan ritel dan produksi industri di Amerika Serikat. Rilis data dari AS dan Eropa tersebut akan dilakuklan pada pertengahan  pekan ini. Bila rilis data dari Eropa masih memperlihatkan lemahnya kinerja pertumbuhan, maka Dolar Australia masih akan mendapatkan pukulan lebih dalam untuk semakin terkapar.

Sebagai catatan, Dolar Australia yang  kini diperdagangkan di kisaran 0,6928, yang sekaligus merupakan titik terendah dalam hampir empat bulan terakhir. Gerak melemah Aussie, bisa saja berlanjut hingga kisran yang sulit ditentukan, terlebih serangkaian sentimen yang akan menghampar masih belum satu pun yang bisa memantuik harapan bangkit bagi Dolar Australia. Hal ini seiring dengan tinjauan teknikal terkini, di mana seperti terungkap dalam grafik harian terkini berikut yang memperlihatkan sangat solidnya tren jual AUDUSD hingga gerak turun lebih lanjut masih sangat besar peluangnya.