Menurut Susi, kebijakan dan kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai menjadi penting.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak sepakat mengenai kebijakan impor plastik. Menurutnya, kebijakan bahkan ini sudah dilarang oleh negara-negara yang dahulu banyak menyumbang dan memproduksi plastik.

Susi mencontohkan negara penyumbang sampah plastik terbesar yakni, China pun sudah melarang adanya impor plastik. Kebijakan ini juga sudah diterapkan di berbagai negara seperti Malaysia dan Thailand.

"Tapi Indonesia justru welcome, karena plastik impor itu. Padahal, kalau impor plastik itu, dia hanya bisa di-recycle atau didaur ulang itu tidak lebih dari 40 persen sisanya, 60 persen jadi sampah," kata Menteri Susi di Jakarta.

Karena itu, Susi meminta kebijakan impor plastik ini sebaiknya disetop. Susi menilai kebijakan untuk mengimpor plastik ini juga tak sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia yang telah disampaikan dalam forum internasional di Persatuan Bangsa-Bangsa atau PBB.

Menurut Susi, dalam forum itu, melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Pemerintah Indonesia telah berjanji untuk mengurangi hingga 75 persen sampah plastik di laut pada 2025. Dia mengatakan, jika kebijakan impor tetap berlanjut hal ini merupakan kontradiksi.

"Bagaimana kalau yang lain saja melarang dan tidak lagi tapi Indonesia sangat senang mendapat sampah impor dan tidak mengurangi lagi, ini adalah kontradiksi, tidak boleh," kata Susi.

Sementara itu, Susi juga mengatakan bahwa Indonesia adalah satu negara produsen plastik terbesar di dunia. Indonesia bahkan, kata Susi, merupakan negara kedua di dunia yang banyak menyumbang sampah plastik di laut.

"Indonesia ini berkontribusi nomor dua terhadap plastik di lautan, sedangkan Cina nomor satu yang bikin laut banyak plastiknya," kata Susi.

Karena itu, menurut Susi, kebijakan dan kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai menjadi penting. Jika tidak dilakukan segera, dikhawatirkan pada 2030 Indonesia akan lebih banyak didominasi sampah dibandingkan ikan.