Bank Sentral AS, kini nampaknya mulai lagi menghadapi tekanan dari Trump untuk memangkas suku bunga.

Langkah dan kebijakan keras Presiden AS Donald Trump nampaknya semakin menjadi dalam beberapa pekan terakhir. Setelah serentetan pernyataan dan keputusan yang mengejutkan telah menampar China akibat leletnya perundingan dagang, laporan terkini menyebutkan, presiden yang penuh dengan kontroversinya itu juga dilaporkan tengah bersiap untuk  menandatangani perintah eksekutif untuk melarang penggunaan produk bikinan Huawei.

Langkah pelarangan produk Huawei tersebut, meski cukup tegas,  nampaknya masih belum terlalu memukul banyak bagi pihak.  Namun langkah terkini yang baru tersiar nampaknya akan membuat kejutan bagi banyak pihak.

Serangkaian kabar terkini menyebutkan, Presiden AS Donald Trump yang meyakini bahwa China melalui kebijakan bank sentralnya akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan guna menghadapi penaikkan tarif masuk yang baru saja ditetapkannya pekan lalu.  Trump menilai memangkas suku bunga sebagai jalan yang paling mungkin yang akan dilakukan China untuk setidaknya meredakan situasi yang kini kembali mengkhawatirkan akibat penaikkan tarif masuk.

Bila Bank sentral China mengambil langkah penurunan suku bunga, maka Trump  berpendapat sudah semesetinya bank sentral AS, The Fed untuk mengikuti jejak tersebut, dan perang dagang dengan China akan berhenti dengan sendirinya.  Desakan Trump pada The Fed untuk menurunkan suku bunga kini mendapatkan pondasi dalih yang baru, yaitu kemungkinan langkah yang akan diambil China.

Untuk dicatat, sebelumnya dalam sejumlah kesempatan Trump yang dengan terang-terangan meminta The Fed untuk memangkas suku bunga hingga 1% guna menyokong ambisinya menumbuhkan perekonomian AS ke level tertingginya. Namun tuntutan Trump tersebut nampaknya masih belum mendapatkan respon dari The Fed. Bahkan dalam sejumlah kesempatan, pimpinan The Fed menilai situasi perekonomian terkini AS yang sudah cukup pas dengan tingkat suku bunga saat ini.

Kini, dengan kemungkinan bank sentral China memangkas suku bunga untuk mengatasi gejolak akibat penaikkan tarif masuk, The Fed akhirnya menjadi sangat diperlukan untuk mengikuti penurunan suku bunga guna sekaligus “mengakhiri perlawanan” China dalam sengketa dagang.

Sekalipun lagi-lagi, nampaknya masih terlalu sulit bagi The Fed untuk mengabulkan ambisi Trump ini,  keputusan keras penaikkan tarif masuk atas produk China, kini telah menjadi senjata ampuh Trump yang bisa dengan sekaligus membidik China dan The Fed.