Langkah Trump ini akan semakin menyakiti perasaan Beijing yang hanya sedikit memiliki amunisi dalam menghadapi sengketa dagang dengan AS.

Sentimen gagalnya perundingan dagang mencapai kesepakatan nampaknya akan semakin panas. Sebuah kabar terkini yang beredar menyebutkan, Presiden AS, Donald Trump yang pada pekan ini diagendakan untuk menandatangani perintah eksekutif  yang melarang perusahaan AS menggunakan perangkat telekomunikasi yang berisiko mengancam keamanan nasional.

Penandatanganan perintah eksekutif ini sekaligus membuka jalan bagi Washington untuk melarang penggunaan perangkat telekomunikasi bikinan Huawei, sebuah perusahaan raksasa telekomunikasi asal China. Perintah eksekutif yang akan ditandatangani Trump memang tidak menyebutkan secara pesifik nama perusahaan atau pun asal perusahaan. Namun sejumlah kalangan telah  akrab sebelumnya dengan rencana menjegal penetrasi pasar oleh Huawei di sewjumlah negara.

Keputusan ini tentu saja akan menambah panas dan rumitnya perundingan dagang AS-China yang baru saja gagal mencegah terjadinya  penaikkan tarif masuk. Untuk dicatat, raksasa telekomunikasi asal China, Huawei yang sebelumnya telah banyak dicurigai dijadikan agen penyadapan yang dilakukan oleh rezim China. Seluruh perangkat komunikasi bikinan Huawei dinilai sangat rentan dijadikan sarana bagi egn intelejen China untuk mengumpulkan informasi rahasia demi kepentingan China. Sejumlah negara sebelumnya memang telah menaruh perhatian dan kecurigaan ini. Namun hingga kini hanya AS dan Inggris yang terlihat jelas melarang pelibatan Huawei dalam pembangunan jaringan telekomunikasinya.

Sekalipun  Huawei dan pemerintah China  dalam sejumlah besar kesempatan selalu menampik kecurigaan sejumlah negara barat tersebut,  banyak kalangan yang menilai sulitnya Huawei untuk menolak permintaan pemerintah China karena sistem negara yang otoriter.

Penandatanganan perintah eksekutif oleh Trump kali ini, tidak saja sekedar menghindari aksi penyadapan melalui perangkat telekomunikasi, namun juga terjadi di tengah runtuhnya perundingan dagang yang membuat sikap Trump terlihat sangat keras dan mengejutkan dalam dua pekan terakhir. Untuk dicatat, pada pekan lalu secara mengejutkan Trump telah memerintahkan untuk menaikkan tarif masuk produk asal China senilai $200 milyar menjadi sebesar 25%. Trump berdalih, langkah tegas tersebut perlu dilakukan untuk menghukum China yang dinilainya terlalu lamban dan mengulur waktu dalam perundingan dagang untuk mencapai kesepakatan yang diinginkan.

Sikap keras Trump ini telah mendapatkan balasan dari Beijing, namun langkah pelarangan Huawei ini, nampaknya akan semakin menyakiti perasaan Beijing yang  hanya memiliki amunisi terbatas untuk membalas sikap keras Trump.