Sangat mungkin bagi IHSG untuk membukukan gerak naik tajam di tengah masih moderatnya kenaikan indeks di bursa Asia.

Mengawali sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu (15/5), bursa saham Asia terlihat masih berupaya untuk mengikuti jejak rebound teknikal yang sebelumnya telah terjadi di bursa Wall Street. Keresahan akibat tensi dagang yang memanas kini terlihat mulai reda meski hanya temporer. Serangkaian laporan sebelumnya juga menyebutkan, beberapa pihak yang mencoba optimis bahwa Amerika Serikat dan China masih memiliki kapabilitas untuk menghentikan eskalasi  perang dagang. Kabar ini sebelumnya sempat membuat tingkat penurunan indeks di Asia terkikis signifikan dalam sesi perdagangan kemarin.

Sementara pada bursa Wall Street,  investor disebutkan menilai gerak turun curam yang telah berlebihan hingga kemudian investor berbalik melakukan aksi akumulasi untuk menghantarkan indeks Wall Street membukukan rebound.   Pada perkembangan terkini dari sengketa dagang AS-China, laporan menyebutkan pihak kantir dagang AS yang kini bersiap untuk melanjutkan langkah keras Trump  yang sebelumnya menyatakan akan menaikkan tarif masuk atas produk asal China senilai $325 milyar menjadi 25%.

Kabar terkini ini tentu akan menambah kekhawatiran investor. Namun berhasilnya indeks Wall Street berbalik naik tajam telah membuat investor di Asia ragu untuk melanjutkan tekanan jual. Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) melemah moderat  0,36% untuk berada di posisi 20.990,7, sementara indeks ASX 200 (Australia) menguat tipis 0,13% untuk menjangkau posisi 6.247,8, serta indeks KOSPI (korea Selatan) yang menanjak lebih tinggi  0,36% untuk berada di kisaran 2.089,32.

Dengan cenderungany gerak indeks di bursa utama Asia menapak zona positif, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Jakarta yang akan dibuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan diyakini telah mendapatkan bekal positif.  Gerak turun curam IHSG yang terjadi dalam beberapa hari sesi perdagangan, kini sedang di amabng untuk terkikis. Namun sebagaimana dimuat dalam ulasan teknikal sebelumnya, tren jual IHSG yang telah terbentuk dan sangat solid, masih terlalu sulit untuk dibalikkan terlebih hanya mengandalkan sentimen terkini yang tersedia di pasar global.

Meski rentang gerak balik kenaikan indeks di bursa Asia masih cenderung terbatas, IHSG tetap berpotensi untuk melakukan gerak naik lebih tajam mengingat potensi teknikal yang terpendam dalam beberapa hari sesi terakhir.