Terlalu sulit bagi pemerintah China untuk mencegah nilai tukar Yuan menembus level psikologisnya di 7,0000.

Gerak nilai tukar mata uang China, Yuan menjadi sorotan dalam lebih dari sepekan sesi perdagangan terakhir. Sorotan internasional terutama menyangkut hasil perundingan dagang AS-China yang kini justru meningkatkan tensi dagang kedua negara besar tersebut. Kegagalan pencapaian kesepakatan dagang kedua negara, dengan mudah bertransformasi menjadi kepanikan investor untuk meninggalkan China atau melempas mata uang Yuan. Gerak melemah Yuan akhirnya tak terhindarkan, dan otoritas Beijing kini dalam keresahan yang serius.

Dalam situasi normal, pelemahan Yuan adalah berkah yang diharapkan pemerintah China, mengingat akan meningkatkan daya saing produk China di pasar global. Persoalan menjadi lain ketika pelemahan terjadi justru akibat kegagalan mencapai  kesepakatan dagang dengan AS. Pelemahan Yuan barangkali akan membuat harga produk asal China lebih kompetitif, namun penaikkan tarif masuk oleh Presiden Trump membuat pelemahan tersebut tak cukup memadai. Sementara di sisi lainnya, kegagaglan mencapai kesepakatan dagang akan dengan segera berimbas larinya modal asing dari China yang sekaligus akan memukul kinerja perekonomian negeri terpadat di dunia itu.

Pelemahan Yuan kali ini, oleh karenanya menjadi pilihan sulit bagi pemerintah China. Sejumlah laporan yang berhasiol dirangkum menyebutkan otoritas China yang kini sedang berupaya mencegah agar Yuan tidak melemah hingga level psikologis pentingnya di kisaran 7,0000. Untuk dicatat, nilai tukar Yuan yang mencapai titik terlemahnya pada sesi perdagangan kemarin di kisaran 6,9200 atau telah terlalu dekat dengan level psikologisnya di 7,0000.

Sementara laporan terkini menunjukkan posisi Yuan yang masih berada di 6,8736, lagi-lagi sebuah posisi yang masih rentan untuk segera menembus level 7,0000.  Pada ulasan teknikal sebelumnya disebutkan, tren pelemahan Yuan yang telah menjadi sangat solid akibat dari gerak melemah curam yang terjadi secara konsisten dan tajam dalam  beberapa hari sesi perdagangan terakhir. Pelemahan curam Yuan terutama dimulai saat Presiden Trump dengan keras menyatakan akan segera menaikkan tarif masuk produk asal China senilai $200 milyar menjadi 25%. Keputusan mengejutkan Trump tersebut telah efektif sejak Jumat pekan lalu.

Laporan terkini juga menyebutkan, pihak kantor perdagangan AS yang kini bersiap menaikkan tarif masuk atas barang asal China lainnya senilai $325 milyar menjadi 25%, namun masih belum diberikan rincian waktu kapan kebijakan tersebut akan efektif.  Serangkaian kabar ini tentu akan menjadi keresahan lebih lanjut pemerintahan China.  Dan upaya Beijing untuk mencegah Yuan menembus kisaran 7,0000 terlihat terlalu sulit untuk diwujudkan dengan mempertimbangkan serangkaian situasi dan sentimen yang akan hadir.