Investor disebutkan mulai berpikir bahwa penurunan yang terjadi di sesi sebelumnya sebagai terlalu berlebihan.

Sesi perdagangan  hari kedua pekan ini, Selasa (14/5) di bursa Wall Street ditutup dengan gerak rebound teknikal yang cukup signifikan. Gerak turun yang terjadi di sesi awal pekan sebelumnya rupanya telah dianggap investor sebagai terlalu berlebihan. Gerak balik kenaikan indeks Wall Street  akhirnya terjadi cukup meyakinkan dengan mendapatkan sokongan dari sejum,lah saham terkemuka yang sebelumnya menurun curam akibat terlalu sensitif dengan pasar China.

Laporan menyebutkan, sentimen dari tensi dagang yang meningkat antara AS dengan China yang masih menjadi perhatian pelaku pasar dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu. Perkembangan terkini dari tensi dagang tersebut menyatakan, pihak Presiden Trump yang mengingatkan China, bahwa kegagalan perundingan mencapai kesepakatan akan sangat berakibat buruk bagi perekonomian China.  Hal ini karena sejumlah perusahaan besar akan segera meninggalkan China tanpa kesepakatan dan pada akhirnya akan memukul sangat daklam kinerja perekonomian China.

Laporan terkait juga menyebutkan, pihak kanter perdagangan AS yang kini mulai bersiap untuk mengenakan penaikkan tarif masuk atas produk China berikutnya yang diperkirakan bernilai hingga $325 milyar. Tensi dagang dengan demikian masih belum surut. Namun gerak turun yang dinilai berlebihan di sesi awal pekan membuat investor berfikir ulang untuk melakukan tekanan jual lanjutan. Indeks DJIA akhirnya ditutup melonjak 0,82% untuk terhenti di kisaran 25.532,05, sementara indeks S&P 500 melompat 0,8% untuk berakhir di posisi 2.834,41, serta indeks Nasdaq yang melambung 1,14% untuk menutup sesi di 7.734,49.

Pantauan pada jalannya sesi perdagangan menunjukkan, gerak naik tajam sejumlah saham terkemuka yang berhasil mendorong indeks Wall Street melompat tajam kali ini. Saham Apple, Caterpillar, serta Boeing dilaporkan melompat tajam dalam menutup sesi perdagangan kali ini.   Saham Apple melambung 1,6%, sementara saham Caterpillar menanjak 1,7%, serta saham Boeing terpantau melompat tajam 1,7%. Untuk dicatat, ketiga saham tersebut pada sesi sebelumnya terpangkas sangat dalam, akibat sentimen yang terlalu sensitif dengan pasar China. Ketiga perusahaan tersebut sejauh ini masih sangat bergantung pada pasar China.

Dengan  mampunya indeks Wall Street melakukan gerak rebound teknikal yang signifikan, sentimen positif diyakini akan mengiringi sesi perdagangan pertengahan pekan ini di Asia.  Hal yang tak jauh berbeda juga diyakini akan mendera bursa saham Indonesia, di mana pada sesi perdagangan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) telah terpangkas cukup dalam.  Prospek cerah kini segera menghantar IHSG untuk melakukan gerak balik kenaikan.