Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut masih ada harapan bagi para pemain Tim Nasional U-20 RI yang gagal berlaga di Piala Dunia U-20 karena Indonesia batal menjadi tuan rumah dalam ajang internasional tersebut.

"Ya, seperti yang saya katakan, ini bukan akhir, tapi ini bagian dari proses; dan itu masih ada hari esok, masih ada event-event lain. Karena itu para pesekpak bola kita tidak boleh kehilangan semangatnya, terus berlatih," kata Ma'ruf Amin di Kota Banda Aceh, Aceh, Kamis.

"Terus dibina. Kami (Pemerintah) akan terus bernegosiasi. Walau penyelenggaraan batal, tapi tidak berarti kita tidak bisa mengikuti event-event internasional lainnya, karena memang FIFA melihat potensi persepakbolaan kita besar," kata Ma'ruf Amin.

Dia mengungkapkan FIFA sendiri pun ingin membina persepakbolaan Indonesia, bahkan hendak berkantor di Jakarta.

"Karena, dia (FIFA) melihat semangat persepakbolaan kita besar dan talenta yang kita miliki juga besar. Insya Allah, mudah-mudahan, tidak ada sanksi. Kami harapkan begitu, tapi kesempatan kita bangkit selalu terbuka," tambahnya.

Sementara itu, seperti dilansir dari antaranews, para pemain Timnas U-20 Indonesia tampak menumpahkan kekecewaan mereka karena FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Kekecewaan itu disampaikan melalui media sosial dengan menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyatakan menolak keikutsertaan tim Israel jika Piala Dunia U-20 digelar di Indonesia. Berbagai komentar bernada kecewa itu disampaikan di akun Instagram @ganjar_pranowo.

"Terima kasih banyak Pak. Oh iya Pak, kami tahu Pak, nasib Bapak sudah terjamin. Masa depan Bapak juga sudah bagus," tulis penyerang Timnas Indonesia U-20 Hokky Carakan lewat akun @hokkycaraka_.

Komentar lain dari Hokky Caraka itu ditulis dengan huruf kapital atau capslock.

"Sedangkan kami Pak? Kami baru mau merintis karier menjadi lebih baik. Tapi, batu lompatan kami sudah dihancurkan oleh Bapak," tambahnya.

Selain itu, tampak pula Gelandang Timnas U-20 Indonesia Marselino Ferdinan yang meluapkan kekecewaannya kepada Ganjar melalui Bahasa Jawa.

"Sehat-sehat ya Pak. Tidak apa-apa Pak, saya tidak marah. Pokok e seger waras nggeh," tulis Marselino dengan akun @marselinoferdinan10.

Piala Dunia U-20 menjadi perhatian banyak pihak di Indonesia setelah muncul penolakan terhadap tim Israel sebagai salah satu calon peserta.

Selain Ganjar, Gubernur Bali, I Wayan Koster juga menyatakan penolakan dengan mengirimkan surat kepada menteri pemuda dan olahraga untuk menyatakan bahwa Bali enggan menjadi tuan rumah untuk pertandingan-pertandingan yang melibatkan Israel.

Diketahui, FIFA merilis pernyataan resmi pencoretan Indonesia dari tuan rumah Piala Dunia U-20 pada Rabu (29/3) malam WIB. Sebelumnya, FIFA sudah didatangi pihak PSSI yang dikomandoi ketum Erick Thohir.

Selanjutnya, FIFA menegaskan kalau akan mencari tuan rumah baru dan tanggal mainnya tidak akan diganti pada 20 Mei sampai 11 Juni. Indonesia pun punya tiket lolos ke Piala Dunia U-20 dengan status tuan rumah.

"Menyusul pertemuan antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden PSSI Erick Thohir, FIFA telah memutuskan, mengingat situasi saat ini, untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023. Tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin, dengan tanggal turnamen tidak berubah. Potensi sanksi untuk PSSI kemungkinan juga akan diputuskan di kemudian hari," tulis pernyataan FIFA.