Zainudin Amali siap melepas jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk fokus mengurus PSSI.  Mundurnya Zainudin Amali dari posisi menpora membuka peluang reshuffle besar terjadi.

"Yang jelas sekarang Menpora mundur, dan kalau nanti proses administrasi sudah berjalan, apakah presiden akan menunjuk menteri baru atau dijabat oleh siapa," kata Wakil Presiden, Ma'ruf Amin bicara soal potensi reshuffle kepada wartawan, Jumat (24/02).

"Atau kemudian menggunakan kesempatan itu untuk me-reshuffle, itu keputusannya Pak Jokowi, Pak Presiden," kata Wapres.

Ma'ruf mengatakan reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Untuk itu, Ma'ruf meminta publik menunggu keputusan Jokowi. "Ya kalau presidennya mau (reshuffle), itu urusannya presiden, hak prerogatif presiden, kita tunggu aja," ucapnya.

Sebelum keputusan Zainudin Amali yang menyatakan siap melepas jabatannya, wacana reshuffle mencuat dari ketika PDIP mendorong sejumlah menteri untuk diganti. Selain itu, santer juga soal pencalonan Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebagai calon Gubernur Bank Indonesia.

Di sisi lain, desakan reshuffle cukup besar di publik. Mengutip hasil riset lembaga survei Populi Center bahwa sekitar 42,2 persen responden menginginkan ada perombakan kabinet Presiden Jokowi, sementara 40,2 persen tidak ingin reshuffle.

Hal itu berdasarkan temuan survei terhadap 1.200 responden periode 25 Januari hingga 3 Februari 2023.

Populi Center mencatat ada 5 menteri yang perlu diganti, yakni Menkominfo Jhonny G. Plate dan Mentan Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Kelima nama ini adalah representasi dari 42,2 persen responden yang ingin reshuffle kabinet.

Akan tetapi, Jokowi sempat memberi sinyal menteri bisa bertahan meski jadi pengurus PSSI. Ia bahkan mengungkit menteri lain yang bisa rangkap jabatan di organisasi olahraga dan menteri.

"Yang paling penting, semuanya bisa mengatur waktunya. Karena kan kita juga tahu, Pak Basuki itu kan juga menjadi ketua dayung, bisa. Pak Airlangga jadi ketua wushu, bisa. Pak Luhut juga jadi ketua PASI, bisa. Pak Prabowo jadi ketua pencak silat, bisa," kata Jokowi di BSD, Banten, Jumat (17/02) lalu.