Startup lain yang kemungkinan besar dapat menyusul Gojek adalah Tokopedia

Gojek resmi menyandang sebagai perusahaan rintisan decacron, atau memiliki valuasi perusahaan di atas US$10 miliar. Keberhasilan Gojek ini menyusul pesaingnya, Grab yang juga telah menyandang status decacron.

Keberhasilan Gojek ini diketahui dari laporan CB Insight bertajuk The Global Unicorn Club. Keberhasilan Gojek tidak terlepas dari masifnya injeksi modal yang masuk. Terakhir, pada awal Februari 2019, Gojek baru saja mengumumkan perolehan pendanaan dari fase pertama putaran seri F.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh sejumlah perusahaan dengan nama besar, yaitu Google, JD.com, Tencent, Mitsubishi Corporation, dan Provident Capital, yang nilainya lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp13,9 triliun.

Dengan suntikan dana tersebut, nilai Gojek saat itu berkisar di antara US$8 hingga US$10 miliar atau Rp111,5 hingga Rp139,4 triliun.

Setelah Gojek menyandang status decacron, lantas startup mana lagi yang bakal menyusul?

Masih dikutip dari CB Insights, startup lain yang kemungkinan besar dapat menyusul Gojek adalah Tokopedia. Saat ini, ecommerce tersebut diprediksi memiliki nilai valuasi US$7 miliar.

Selain Tokopedia, kandidat lain yang juga dapat diprediksi menyandang status decacorn adalah Traveloka dan Bukalapak. Masing-masing startup itu disebut memiliki nilai valuasi US$2 miliar dan US$1 miliar.