Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi berpendapat, penunjukan Mardiasmo sebagai Komisaris Utama Bank Muamalat Indonesia Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang berlangsung Selasa (29/11) kemarin berbau unsur Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Sebab kata Muslim, Mardiasmo ditunjuk oleh orang-orang yang sebelumnya dijadikan oleh Mardiasmo untuk duduk di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Muslim mengatakan, apa yang dilakukan oleh Mardiasmo adalah perbuatan kongkalikong. Mayoritas pemegang saham Bank Muamalat adalah BPKH. Sedangkan, orang-orang BPKH adalah yang dulu diseleksi oleh Mardiasmo saat menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi.

"Perbuatan itu jelas mengandung unsur KKN. Tidak patut dilakukan oleh pejabat Bank Muamalat yang berorientasi keummatan," kata Muslim seperti dilansir dari rmol.id. Rabu (30/11).

Muslim pun menilai bahwa perbuatan kongkalikong itu tidak patut dan tidak pantas. Bahkan, dapat membahayakan sistem perbankan yang berprinsip syariah.

"Semestinya harus memilih tenaga yang kompoten dan tidak bersinggungan dengan kepentingan politik," kata Muslim.

Praktik-praktik seperti itu, menurut Muslim, membuat umat menjadi curiga atas manajemen dana umat yang terhimpun di Bank Muamalat.

"Seharusnya Bank Muamalat menjauhkan diri dari pola rekrut menajemen demikian. Pola itu jauh dari prinsip syariah yang bersih, amanah, dan kompoten. Karena terkait dengan dana umat," tandasnya.