Presiden China, Xi Jinping terus mendapat tekanan lewat sejumlah aksi demosntrasi. Aksi demonstrasi yang awalnya dilakukan di Kota Xinjiang, kini meluas ke Beijing hingga Shanghai bahkan terang-terangan menuntut Xi dan Partai Komunis untuk mundur.

Massa demonstrasi menuntut pencabutan  lockdown ketat Covid-19 selama 100 hari. Pada hari Minggu, ratusan mahasiswa dari Universitas Tsinghua Beijing berunjuk rasa di kampus mereka.

Massa meneriakkan yel-yel "kebebasan akan menang" dan menyerukan diakhirinya lockdown.

Demo di Beijing itu mengikuti demonstrasi pada Sabtu malam di Shanghai, kota terpadat dan pusat keuangan China, serta di sebuah universitas di kota timur Nanjing.

Terkini, pemerintah otoritas kepolisian Beijing tengah mencari para demonstran yang ikut aksi demonstrasi protes lockdown Covid-19 pada akhir pekan lalu.

Pengerahan personel kepolisian secara besar-besaran dilakukan di beberapa kota untuk mencegah kembali terjadinya demonstrasi.

Tiga demonstran yang ikut aksi di Beijing kepada Reuters mengaku bahwa otoritas keamanan Beijing mulai menyelidiki orang-orang yang ikut unjuk rasa memprotes pembatasan Covid-19 akhir pekan lalu.

Dalam satu kasus, seorang penelepon yang mengidentifikasi dirinya sebagai personel Kepolisian Beijing meminta demonstran untuk mendatangi kantor polisi setempat pada Selasa (29/11) untuk memberikan catatan tertulis soal aktivitas mereka pada Minggu (27/11) malam.

Di kasus lainnya, seorang mahasiswa menuturkan mereka dihubungi pihak kampus kemudian ditanyai apakah mereka berada di area unjuk rasa dan diminta memberikan catatan tertulis soal aktivitas mereka.

"Kami semua mati-matian menghapus riwayat obrolan kami," tutur seorang demonstran di Beijing, yang enggan disebut namanya, kepada Reuters.

"Ada terlalu banyak polisi. Para polisi datang untuk memeriksa kartu identitas salah satu teman saya dan membawanya pergi. Kami tidak tahu kenapa. Beberapa jam kemudian mereka melepaskannya," imbuhnya.

Namun sejauh ini Biro Keamanan Publik Beijing belum memberikan komentar resmi atas laporan itu.