Dunia politik Indonesia heboh usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat pernyataan pada acara silaturahmi nasional "Nusantara Bersatu" yang digelar oleh gabungan Relawan Jokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (26/11).

Dalam pidatonya, Jokowi mengingatkan masyarakat agar dalam mencari pemimpin pada Pilpres 2024 mendatang memiliki kriteria yang dapat mengerti apa yang dirasakan oleh rakyat.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebut pemimpin yang memikirkan rakyat juga bisa tampak dari penampilan atau perawakan wajahnya, seperti mempunyai banyak kerutan hingga berambut putih.

"Keliatan banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat, ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua. Jadi pemimpin yang mikirin rakyat itu keliatan dari penampilannya," katanya.

Pernyataan itu langsung membuat heboh jagat politik nasional. Pernyataan soal "pemimpin berambut putih" inilah yang akhirnya banyak diperbincangkan. Presiden disinyalir tengah mengirim kode dukungan ke calon penerusnya kelak.

Dukungan itu disebut-sebut dikirim buat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kandidat capres yang dikenal berambut putih.

Sehari setelah pernyataan Jokowi itu, tiba-tiba saja Ganjar mengunggah foto penampilan baru lewat akun Instagram miliknya, @ganjar_pranowo.

Dalam foto tersebut, tampak Gubernur Jawa Tengah dua periode itu memamerkan potongan rambut pendek berwarna hitam. Padahal, selama ini Ganjar identik dengan rambut warna putihnya.

"Cukur.. Kamu punya tips merawat wajah & rambut?" tulis Ganjar dalam keterangan foto.

Kolom komentar foto tersebut pun dipenuhi dengan dukungan warganet agar Ganjar menjadi calon penerus Jokowi.

Merespons unggahan Gubernur Jateng tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah mengatakan, Ganjar Pranowo tengah memainkan gimmick.

Said kepada awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/11) menilai, bahwa Ganjar mengunggah foto tersebut bukan karena merasa tak enak dengan calon presiden (capres) potensial PDIP lainnya, Puan Maharani.

Apa yang dilakukan Ganjar, menurutnya, suatu hal yang wajar. "Itu gimmick-nya Ganjar, biasa. Enggak ada urusan (enggak enak hati dengan Puan). Ganjar-Puan itu satu kader, satu hati," ujar Said.

Dia menegaskan, Ganjar merupakan petugas partai. Oleh sebab itu, Said meyakini Ganjar akan tunduk dengan keputusan partai, terutama soal capres yang akan diusung PDIP.

"Ganjar statement-nya 'saya tetap PDI Perjuangan', karena Ganjar statement-nya tetap, itu artinya Ganjar pun tunduk pada hasil kongres, penentuan capres-cawapres di tangan ketua umum (Megawati Soekarnoputri)," jelasnya.

Said juga mengatakan Ganjar dan Puan tak bisa saling diadu. Mereka berdua, lanjutnya, memiliki hubungan yang baik.

Apalagi, Said mengklaim Puan berperan besar memenangkan Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode.

Sementara Ganjar sendiri irit bicara terkait unggahannya tersebut. Seperti dikutip detikcom, Ganjar yang ditanya wartawan soal postingan rambut hitamnya malah menawarkan potong rambut.

"Kalau kamu mau potong tak tunjukin salonnya," kata Ganjar singkat sembari masuk ke ruang kerjanya di kantor Gubernur Jateng.