Menjelang Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau The United Nations Children's Fund (UNICEF) merilis potret global terbaru tentang anak-anak dan HIV/AIDS. 

Disebutkan, tahun 2021 lalu, sebanyak 110 ribu anak-anak dan remaja berusia 0 hingga 19 tahun meninggal akibat AIDS.

“Sebanyak 310 ribu lainnya baru terinfeksi, sehingga jumlah total anak muda yang hidup dengan HIV menjadi 2,7 juta,” menurut UNICEF dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (29/11/2022).

Kemajuan dalam pencegahan dan pengobatan HIV untuk anak-anak, remaja, dan ibu hamil hampir tidak berubah selama tiga tahun terakhir. 

“Meskipun anak-anak telah lama tertinggal dari orang dewasa dalam menanggapi AIDS, stagnasi yang terlihat dalam tiga tahun terakhir belum pernah terjadi sebelumnya, menempatkan terlalu banyak nyawa muda dalam risiko penyakit dan kematian,” kata Kepala Asosiasi HIV/AIDS UNICEF, Anurita Bains.

“Anak-anak gagal karena kita secara kolektif gagal menemukan dan menguji mereka dan mendapatkan perawatan yang menyelamatkan jiwa mereka. Setiap hari berlalu tanpa kemajuan, lebih dari 300 anak dan remaja kalah melawan AIDS,” katanya.

UNICEF memperingatkan jika penyebab ketidaksetaraan ditangani, mengakhiri AIDS pada anak-anak dan remaja akan terus menjadi mimpi yang jauh. 

Namun, tren jangka panjang tetap positif dan infeksi HIV baru di antara anak-anak berusia 0 dan 14 tahun turun sebesar 52 persen dari tahun 2010 hingga 2021. Infeksi baru di antara remaja berusia 15 dan 19 tahun juga turun sebesar 40 persen.

“Sementara jumlah total anak yang hidup dengan HIV menurun, kesenjangan pengobatan antara anak dan orang dewasa terus bertambah,” kata UNICEF.