Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mendentifikasi 124 kantong jenazah korban gempa bumi dan tanah longsor di Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri, Kombes Polisi Ahmad Fauzi mengemukakan jenazah terbaru yang berhasil teridentifikasi yaitu seorang wanita paruh baya berusia 64 tahun atas nama Nining warga Desa Serampat RT 01/RW 02 Kelurahan Cigenang, Cianjur, Jawa Barat.

Korban terbaru atas nama Nining itu, menurut Fauzi telah teridentifikasi setelah dilakukan pengecekan sidik jari dan catatan medis di rumah sakit.

"Total sudah ada 124 kantong jenazah yang telah berhasil diidentifikasi dari 131 kantong jenazah," tuturnya di RSUD Sayang Cianjur Jawa Barat, Kamis (24/11).

Fauzi menambahkan, masih ada enam kantong jenazah dan satu kantong bagian tubuh yang belum teridentifiksi sampai saat ini.

Fauzi juga mengimbau kepada warga Cianjur yang merasa kehilangan anggota keluarganya setelah terjadi gempa bumi dan tanah longsong untuk segera melapor ke RSUD Sayang di Cianjur Jawa Barat.

"Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, harap datang ke RSUD Sayang dan membawa sample DNA," katanya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa bantuan dari Polri terus dikirimkan kepada warga di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

“Hari ini kami kembali memberikan bantuan di desa yang terisolir, belum dapat diakses karena jalan terputus. Pemberian bantuan hari ini pun cukup sulit untuk mendaratkan helikopter di sana,” jelasnya.

Dedi mengatakan, adapun kebutuhan yang diserahkan hari ini terdiri dari pop mie 40 box, air mineral 10 box, terpal 11 pack, biskuit 200 pack, dan selimut 50 box.

Selain memberikan bantuan, pemantauan daerah-daerah terisolir melalui jalur udara pun dilakukan. Daerah yang memang terisolir itu cenderung berada di dataran tinggi.

“Tim gabungan juga akan terus berusaha menjangkau lokasi-lokasi terisolir agar dapat mengevakuasi para korban,” jelasnya.