Perum Bulog melakukan investigasi internal terkait dugaan hilangnya beras 500 kg dari gudang di Bittoeng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Bakhtiar mengatakan tim gabungan Bulog Sulsel dan Pusat diterjunkan untuk menyelidiki raibnya beras tersebut.

"Kita sudah tindak lanjuti dengan menurunkan tim internal dari kantor wilayah sendiri dan dari pusat sudah turun melakukan investigasi. Saat ini, sedang berproses," kata dia.

Bakhtiar mengaku pihaknya sementara ini masih menunggu laporan hasil investigasi yang dilakukan tim gabungan di Gudang Bulog di Pinrang.

"Mudah-mudahan minggu ini selesai. Sementara memang kami masih menunggu laporan yang akan disampaikan oleh tim kepada kami untuk ditindaklanjuti," tuturnya.

Bakhtiar menyebutkan bahwa pihaknya memperoleh angka kehilangan beras di Gudang Bulog di Pinrang mencapai sekitar 500 ton. Namun, saat ini sudah ada pengembalian dari mitra tapi jumlahnya masih jauh dari 500 ton.

"Sementara angka yang kami peroleh itu ada sekitar 500 ton. Nah dalam proses tim yang kami turunkan ada pengembalian sehingga angkanya sekitar 460 ton lagi," ungkapnya.

Akibat kasus tersebut, kata Bakhtiar, pihaknya mengambil langkah tegas dengan mencopot Kepala Gudang Bulog Bittoeng, MI dan Pimpinan Cabang Pembantu Bulog Pinrang, RWPS untuk segera diproses.

"Tidak menutup kemungkinan juga jika ada indikasi kerugian ya kita serahkan aparat sesuai yang ada. Sementara ini, kita lihat yang terlibat itu ya kepala gudang dan mitra yang berkolaborasi. Saya pikir kejahatan itu pasti tidak dilakukan sendiri pasti ada kerja sama," katanya.

Sementara Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, pihaknya akan mengambil jalur hukum terkait kasus tersebut.

Usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI bersama Kementan, Bapanas, dan ID Food, Rabu kemarin, Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, menjelaskan hilangnya beras tersebut lantaran dipinjamkan oleh kepala Bulog di daerah itu kepada mitra swasta.

"Jadi yang 500 itu, ini kan baru kita penjajakan. Diambil, keterangan dari internal kita katanya ini dipinjamkan. Apa pun namanya, itu akan dipertanggungjawabkan secara hukum," katanya.

"Apa pun namanya itu ada pertanggungjawaban secara hukum. Kalau dipinjamkan itu harus segera dikembalikan yang 500 ton itu, saat ini sedang ditangani internal kita. Tapi, kita sudah menyiapkan untuk ditangani secara hukum pidana itu," ungkap Buwas.

Buwas menegaskan, pihaknya tidak akan main-main dengan kasus tersebut lantaran sudah membawa nama Bulog.

Oleh sebab itu, pihaknya sudah memecat kepala gudang yang bertugas di wilayah tersebut.

"Kepala gudang. Sudah, saya enggak main-main itu, langsung copot. Itu sudah melibatkan Bulog, oknum Bulog, kepala gudang, nanti dipecat, harus," tegasnya.