Brimob Polri akhirnya berhasil menembus lokasi terisolir gempa di Cianjur, Jawa Barat, yakni Desa Kampung Barukaso, Kecamatan Cugenang. Polisi menggunakan jalur darat sore tadi.

"Tim Brimob ini menggunakan kendaraan hanya setengah jalan, lalu lanjut jalan kaki karena lokasinya terisolir akibat jalan yang putus," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Rabu (23/11).

Dedi mengatakan bahwa desa tersebut adalah lokasi di mana ada pengungsi yang terpaksa harus tidur bersama dengan mayat.

Namun, saat anggota Brimob tiba di lokasi, jenazah tersebut telah dimakamkan pukul 14.00 WIB siang tadi.

"Saat ini Tim Brimob tengah melakukan evakuasi korban luka-luka dengan menggunakan tandu dengan jarak yang cukup jauh untuk dibawa ke mobil ambulans terdekat," ujarnya.

Lalu, Desa Barukaso juga diketahui merupakan daerah terdampak gempa dan longsor. Tak sedikit rumah yang runtuh dan rata dengan tanah.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan data terbaru kasus gempa Cianjur, Jawa Barat. Disebut, sebanyak 40 orang belum ditemukan dan akan dicari.

"Ternyata yang hilang, terdata sampai sore ini 40 orang yang masih hilang. 39 di Cugenang, 1 di Warung Kondang," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers, Rabu (23/11).

Selain itu, BNBP melaporkan terdapat 271 korban tewas. Data tersebut merupakan data yang terhimpun dan akan dicocokkan kembali dengan data dari Kepala Desa.

"271 yang sudah terkonfirmasi lewat Puskesmas dan RS di seluruh Kabupaten Cianjur. Kami mohon waktu, besok pagi kumpulkan seluruh Kepala Desa, mendata kembali yang dimakamkan sudah dilaporkan by name by address (atau belum)," ucapnya.