Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membidik sumber daya minyak dan gas di 1.050 titik sumur eksplorasi baru di sejumlah wilayah tanah air. Hal itu untuk mendukung target produksi minyak satu juta barel per hari (BOPD).

"Kami sudah setuju dengan para kontraktor untuk bisa dapat 1.050 sumur jadi cukup progresif dalam aktivitas pengeboran," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada Konvensi Internasional III Industri Hulu Minyak dan Gas 2022 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu, 23 November 2022.

Dwi menjelaskan jumlah titik sumur eksplorasi dari tahun ke tahun semakin bertambah yang pada 2020 mencapai 240 titik sumur. Kemudian pada 2021 ada 480 sumur dan berdasarkan outlook 2022 mencapai sekitar 800 sumur eksplorasi.

Pengeboran ribuan sumur migas pada 2023 itu diharapkan mendukung target produksi minyak satu juta barel per hari (BOPD) dan produksi gas 12 standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

Adapun sumber daya gas alam cair (LNG) di tanah air di antaranya di Bontang, Kalimantan Timur, Papua, Sulawesi dan proyek yang cukup besar yakni Blok Abadi Masela.

Selain itu, ada juga temuan di Aceh Utara, di dekat wilayah Andaman serta wilayah utara dekat Pulau Bali dan Lombok.

"Jadi potensi Indonesia sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan LNG dunia nantinya, termasuk juga yang diamankan adalah kebutuhan gas di dalam negeri sendiri," imbuh Dwi dikutip Antara.

SKK Migas memproyeksikan produksi pengeboran minyak tahun ini mencapai sekitar 630 ribu barel per hari. Dwi menjelaskan sekitar 50 ribu barel minyak tidak terealisasi karena terdampak pandemi covid 19.

"Kira-kira outputnya tahun ini adalah 630.000 dan itu ketinggalan 50.000 dari original target," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengungkapkan beberapa sumber migas yang masih "tidur" dan belum dieksplorasi salah satunya di wilayah Natuna yang sudah 45 tahun tidak termanfaatkan.

Untuk itu, potensi tersebut perlu dipercepat karena dalam waktu 10-20 tahun mendatang, kata dia, adalah tren energi terbarukan.

"Kalau kami tidak cepat ambil, lupakan saja, karena ke depan 10, 20 tahun lagi sudah energi terbarukan, kami berpacu dengan waktu," ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) potensi gas bumi Indonesia menjanjikan dengan cadangan sekitar 41,62 triliun kaki kubik (TCF). Indonesia masih memiliki 68 cekungan potensial yang belum tereksplorasi yang dapat ditawarkan kepada investor.