Berbagai upaya terus digalakkan Pemerintah untuk mendorong peningkatan produksi migas. Salah satunya melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery atau EOR. Melalui Direktorat Jenderal Migas, Kementerian ESDM menggelar Festival EOR 2022 sebagai stimulus untuk mempercepat dan memperluas implementasi teknologi EOR Indonesia. EOR menjadi salah satu andalan agar target peningkatan produksi minyak Indonesia dapat terwujud.

"Untuk mencapai target produksi minyak bumi 1 juta barel per hari pada tahun 2030, kita juga mendorong inovasi advanced technology migas. Implementasi EOR maupun migas non-konvensional (MNK) kita percepat dan perluas. Terkait EOR, tahun ini kita gelar EOR Festival 2022 untuk mendapatkan inovasi-inovasi sekaligus menjadi stimulus dalam implementasi EOR agar makin agresif," ungkap Direktur Jenderal Migas Tutuka Ariadji setelah menghadiri rangkaian acara Festival EOR 2022 di LEMIGAS.

Kepala LEMIGAS Ariana Soemanto menambahkan bahwa Festival EOR 2022 yang diselenggarakan oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM, merupakan ajang kompetisi teknologi EOR yang diikuti oleh beragam peserta. Rangkaian Festival EOR 2022 dimulai dengan tahap penjurian yang baru saja selesai minggu ini. Selanjutnya, pemenang Festival EOR 2022 akan diumumkan bulan Desember 2022.

"Untuk kompetisi teknologi migas, ini cukup banyak pesertanya, lebih dari 15 proyek EOR berkompetisi, baik dari kontraktor migas, technology provider, laboratorium hingga akademisi. Kompetisi teknologi dalam EOR Festival ini terdiri dari 2 kategori yaitu kategori lapangan migas, dan kategori laboratorium. Penjurian dilakukan oleh profesional di bidang EOR. Bulan depan Kementerian ESDM akan mengumumkan pemenang proyek EOR ini," ungkap Kepala LEMIGAS Ariana Soemanto.

Adapun secara sederhananya, EOR merupakan metode untuk meningkatkan produksi atau perolehan minyak bumi dari sumur minyak, dengan menginjeksikan material khusus, sehingga minyak yang awalnya tidak bisa terangkat dari dalam bumi (reservoir) menjadi bisa terproduksi. Material khusus tersebut antara lain chemical, CO2, dan microbial.

"Proyek EOR yang ikut berkompetisi dalam EOR Festival diantaranya Injeksi Microbial Enhanced Oil Recovery, Electrical Stimulation Oil Recovery, vibroseismic impact technology, injeksi CO2, injeksi chemical, hingga studi laboratorium surfaktan dan polimer. Proyek EOR tersbut, ada yang skala lapangan dan skala laboratorium. Implementasi dari proyek EOR tersebut nantinya akan dapat mendorong peningkatan produksi minyak," tambahnya.

Dalam penjurian Festival EOR 2022, LEMIGAS Ditjen Migas menghadirkan Dewan Juri profesional. Dewan Juri tersebut diketuai oleh Usman Pasarai, dengan anggota juri dari ITB (H. Septoratno Siregar, Zuher Syihab), Universitas Trisakti (Rini Setiati), UPN (Dedy Kristanto, Harry Budihardjo), Universitas Islam Riau (Muslim). Selain itu juga dari SKK Migas Arif Bagus Prasetyo serta kalangan professional yakni Faizal Asmadi.

Ketua Dewan Juri Usman Pasarai mengatakan terdapat beberapa aspek yang menjadi kriteria penilaian juri Festival EOR 2022.

"Dalam penjurian, aspek yang dinilai dalam kompetisi ini antara lain tingkat keberhasilan kenaikan produksi minyak, TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), keekonomian, inovasi, sustainability and supply chain, serta project management," ujar Usman Pasarai melengkapi.