Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberikan apresiasi positif terhadap kinerja Bank BRI hingga akhir kuartal III 2022.

Menurutnya, BRI mampu memanfaatkan momentum pascapandemi dan menangkap tantangan menjadi peluang bagi perusahaan.

Erick menambahkan kemampuan BRI menjaga kinerja positif tak lepas dari keberhasilan transformasi berkelanjutan yang dilakukan perseroan.

"Transformasi di perusahaan BUMN perlu terus digalakkan, sebagai upaya kontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Erick.

"Tujuannya untuk mendorong percepatan kinerja BUMN yang menjalankan sepertiga ekonomi Indonesia dalam kondisi sehat serta mendorong program kesejahteraan masyarakat lebih optimal. Dan keberhasilan transformasi tersebut salah satunya dapat dilihat langsung dari kinerja BRI saat ini," ujarnya.

Sementara sebelumnya, Erick juga mengapresiasi transformasi digital yang sedang dilakukan oleh BRI namun tidak meninggalkan UMKM sebagai core business-nya.

"Keberadaan BUMN yang dekat dengan rakyat, seperti BRI membantu banyak UMKM dalam kredit mikro produktif dan mengefisienkan proses," kata mantan Presiden Inter Milan itu.

"Hal ini tak hanya menumbuhkan perekonomian rakyat untuk bangkit di tengah pandemi, tapi juga menaikkan volume transaksi. Inilah yang ingin kita wujudkan bersama, BUMN dan UMKM-nya sama-sama profit," ucap Erick.

Diketahui, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri dari BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN mencatatkan kinerja positif di Kuartal III 2022.

Total laba yang mampu dikumpulkan keempat bank Himbara hingga Kuartal III 2022 sekitar Rp85,99 triliun atau mengalami kenaikan 81,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp47,48 triliun.

Jika dirincikan, pada Kuartal III 2021 laba bersih Himbara, yaitu BRI Rp19,07 triliun, Bank Mandiri Rp19,2 triliun, BNI7,7 triliun, dan BTN1,51 triliun.

Pada Kuartal III 2022 BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 39,31 triliun. Realisasi ini tumbuh 106 persen dibandingkan Kuartal III 2021.

Tidak hanya membukukan laba bersih terbesar, BRI juga menjadi Himbara yang mencatatkan pertumbuhan laba terbesar di Kuartal III 2022 dibandingkan tiga Himbara lainnya.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers secara virtual pada Rabu (16/11) lalu mengatakan, kunci BRI mampu mencetak laba lebih dari 100 persen ini karena BRI berhasil mentransformasi liabitas sehingga dapat menurunkan biaya dana (cost of fund/CoF). Tercatat CoF BRI di periode ini mengalami penurunan 1,94 persen.

Selain itu, BRI juga berhasil mentransformasikan proses bisnis menjadi digitalisasi sehingga dapat menurunkan biaya overhead seperti biaya sewa dan pemeliharaan kantor cabang.

"Dalam 9 bulan, BRI Group berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp 39,31 triliun atau tumbuh 106,14 persen year on year (yoy) dengan total aset meningkat 4 persen yoy menjadi Rp 1.684,60 triliun," ujarnya.

Realisasi laba bersih tersebut ditopang oleh realisasi kredit perseroan yang secara konsolidasi tercatat sampai dengan akhir September 2022 tumbuh 14,28 persen yoy menjadi Rp 1.167,51 triliun.

Penopang pertumbuhan kredit perseroan ialah kredit korporasi yang menjadi pilar utama bisnis Bank Mandiri tumbuh positif sebesar 12,2 persen yoy menjadi Rp 410 triliun per akhir September 2022.

"Kalau kita lihat pertumbuhan kredit secara konsolidasi tumbuh 14,3 persen dan juga dari sisi cost of fund kita bisa jaga terus membaik di level 1,35 persen. Artinya pertumbuhan bisnis ke atas itu terus membaik, sementara efisiensi juga terus berjalan dengan baik di mana cost itu terus turun," jelasnya.