Ponsel pintar milik Menko Airlangga Hartarto dan 11 pejabat dikabarkan diretas. Dugaan peretasan itu diberitakan Reuters yang menyebutkan aksi pejabat pemerintah dan militer menerima pesan email dari Apple yang menjelaskan bahwa surat elektroniknya menjadi target peretasan.

Alia memastikan akun email resmi Menko Perekonomian (official email account) tidak di-install dalam ponsel pintar pribadi milik Airlangga Hartarto. Dan sampai saat ini, tidak ada notifikasi ataupun kiriman file spyware ke email resmi tersebut.

“Menko Airlangga menggunakan beberapa handphone (HP) yang digunakan untuk keperluan berbeda, dan tidak hanya iPhone,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Alia Karenina lewat keterangan tertulis pada Jumat, 30 September 2022.

Dikutip dari Reuters, 30 September 2022, disebutkan bahwa ada sekitar 12 orang pejabat senior pemerintah dan militer Indonesia menjadi sasaran serangan spyware dari Israel akhir tahun lalu. Selain Airlangga, disebutkan yang menjadi target serangan yakni personel senior militer, dua diplomat regional, dan penasihat di Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri Indonesia.

Apple belum mengungkapkan identitas atau jumlah pengguna yang ditargetkan. Namun, Apple dan peneliti keamanan mengatakan penerima peringatan ditargetkan menggunakan ForcedEntry, perangkat lunak canggih yang telah digunakan oleh perusahaan keamanan siber asal Israel, NSO Group.

Selain ForcedEntr, NSO Group juga memiliki perangkat lunak lain yakni spyware Pegasus. Dalam investigasi akhir tahun lalu yang dilakukan koalisi media di seluruh dunia mengungkapkan bahwa spyware itu menargetkan jurnalis, aktivis, politisi, dan termasuk kepala negara di berbagai dunia.

Investigasi yang diberi nama Pegasus Project itu juga mengungkap daftar nomor milik ratusan pejabat pemerintah lainnya yang diduga disusupi spyware Pegasus. Termasuk total 180 jurnalis dari berbagai media yakni CNN, New York Times, Bloomberg, Le Monde, dan El Pais juga disertakan.

Bahkan, sebuah nomor ponsel pintar milik Presiden Prancis Emmanuel Macron termasuk di antara nomor-nomor dalam daftar itu, bersama dengan nomor lainnya milik Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, serta Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.