Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko tak mempersoalkan kebijakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang merevisi syarat tinggi badan dalam penerimaan calon taruna-taruni TNI 2022.

"Prajurit TNI disiapkan untuk perang, bukan baris berbaris, bukan untuk protokol, jadi ketinggian itu bisa disesuaikan," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 30 September 2022.

Andika sebelumnya mengubah syarat tinggi dari 163 cm bagi pria menjadi 160 cm. Sedangkan syarat tinggi badan untuk wanita turun menjadi 155 cm dari yang sebelumnya 157 cm.

Terkait perubahan itu, Jenderal bintang 4 ini lalu mengenang momen ketika masih aktif di TNI. Moeldoko mengaku sempat bertanya kepada tentara dari Prancis dengan tinggi badan pendek ketika bertugas di United Nations Military Observer kala itu.

"Saya tanya 'eh kok bisa lu pendek jadi prajurit?' . Dia jawab 'eh Moeldoko, anda ngerti enggak. Kalau kita perang, kita harus lewati lorong-lorong kecil, orang seperti saya ini yang bisa melewati'. Maknanya apa? prajurit itu dibentuk untuk bertempur," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI mengklaim sempat berdebat dengan seniornya di keprajuritan soal syarat tinggi badan prajurit TNI. Saat itu, ia tidak setuju apabila tinggi badan prajurit TNI harus 165 cm.

"Saya pernah diskusi cukup keras dengan Letnan Jenderal Suryo, mereka inginkan prajurit itu 165 [Cm], saya enggan setuju, berdebat kita. Bahasa saya tadi, saya keluarkan," kata Moeldoko.

"Jadi kalau ada perdebatan antara pimpinan itu hal yang wajar, karena memang kita diajak berpikir begitu, kita biasa berdiskusi, memecahkan persoalan," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam video Sidang Pemilihan Terpusat Integratif Penerimaan Taruna Taruni yang diupload di akun YouTube-nya, Senin (26/9), Panglima TNI Andika Perkasa mengatakan perubahan itu dilakukan untuk lebih mengakomodasi mereka yang mau mendaftar.

"Jadi kita menggunakan peraturan Panglima TNI yang terakhir itu tahun 2020 nomor 31 itu, itu sudah saya lakukan perubahan. Perubahan yang sebetulnya lebih mengakomodasi," kata Andika.

Selain soal tinggi, ada perubahan syarat minimal usia saat pendaftaran. Aturan sebelumnya, minimal usai adalah 18 tahun terhitung mulai dibukanya pendidikan. Andika merevisi menjadi minimal berusia 17 tahun 9 bulan.