Harga mata uang kripto di posisi saat ini menawarkan peluang pembelian. Tapi, untuk investasi jangka panjang. 

Menurut Co-Founder dan CEO Defiance ETF Sylvia Jablonski, pasar kripto telah oversold sejak Agustus lalu. 

"Ini bukan kesempatan membeli jika Anda mencari pengembalian dalam dua bulan ke depan," katanya dalam program First Mover CoinDesk TV, Rabu (28/9/2022). 

"Tetapi, kalau Anda memiliki periode penahanan 12, 18 bulan, saya lebih dari senang untuk masuk ke kripto," ungkap Jablonski. 

Pada Kamis malam (29/9/2022), harga Bitcoin ada di bawah level psikologis US$20.000, jauh dari rekor tertinggi di US$68.789,63. 

Begitu juga dengan mata uang kripto lainnya seperti Ethereum yang pada Kamis malam ada di kisaran US$ 1.300, jauh dari rekor tertinggi di US$ 4.891,70. 

Berapa lama harga Bitcoin bertahan di atas ambang batas ini tetap tidak pasti, seperti perannya yang sebelumnya dianggap sebagai lindung nilai inflasi. "Ada beberapa hal yang tidak kami ketahui," kata Jablonski.  

"Kami pikir kripto akan menjadi lindung nilai inflasi yang hebat saat ini. Ini akan menjadi emas baru, dan itu ternyata tidak terjadi," ujarnya.  "Ternyata, kripto sangat berkorelasi dengan saham, terutama dengan indeks saham yang sarat teknologi, Nasdaq," imbuh dia.