Seorang pejabat senior di bidang kesehatan masyarakat dari Taiwan menyebut, Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 kemungkinan bukan berasal dari pasar basah di Wuhan, China, sebagaimana yang diyakini oleh mayoritas warga dunia saat ini. 

"Dugaan kami adalah pasar basah Wuhan di Huanan bukanlah asalnya," kata Wakil Direktur Jenderal Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan, Lo Yi-Chun, seperti dikutip dari National Review.

"[Pasar basah Wuhan] ini mungkin hanya bagian dari rantai transmisi yang penting, namun asalnya ada di tempat lain."

Meski demikian, menurut Lo, kemungkinan tempat munculnya virus COVID-19 masih di Wuhan, tetapi dia tidak bisa memastikan lokasi persisnya. Lo menyebut, WHO adalah organisasi yang seharusnya menyelidiki pertanyaan ini.

"Mungkin masih di Wuhan, misalnya laboratorium, tapi kami tidak punya bukti kuat," katanya pada Senin (26/09/2022), selama pengarahan yang diselenggarakan untuk sekelompok wartawan dalam perjalanan ke Taiwan yang disponsori oleh Kementerian Luar Negeri negara itu.

Para ahli di seluruh dunia memiliki pendapat yang berbeda-beda soal asal-usul COVID-19. Ada yang menyebut bahwa virus mematikan itu berasal dari pasar burung di Wuhan, namun teori lain menduga kemunculan virus terjadi akibat kebocoran yang tidak disengaja dari Institut Virologi Wuhan.

Pada tahun 2021, sekelompok ilmuwan terkemuka menandatangani surat yang mendesak penyelidikan asal-usul virus, termasuk kemungkinan kebocoran laboratorium.