Regulator energi utama Jerman mengeluarkan peringatan mendesak kepada konsumen untuk menghemat lebih banyak gas terlepas dari cuaca dingin. Peringatan ini muncul karena angka menunjukkan penggunaan gas berada di atas rata-rata.

"Tanpa pengurangan yang signifikan, termasuk di rumah tangga pribadi, akan sulit untuk menghindari kekurangan gas musim dingin ini," kata Kepala Badan Jaringan Federal (BNetzA) Klaus Mueller, dalam sebuah pernyataan, Kamis (29/09/2022).

Angka dari agensi yang diterbitkan pada Kamis menunjukkan konsumsi 483 gigawatt jam (GWh) sejak Senin, 19 September. Jumlah ini jauh di atas rata-rata 422 GWh untuk 2018 hingga 2021.

"Meskipun minggu itu secara signifikan lebih dingin daripada minggu yang sama di tahun-tahun sebelumnya, penghematan yang diperlukan untuk menghindari kekurangan gas harus dicapai terlepas dari suhu," kata badan tersebut, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Mueller mengatakan pengurangan setidaknya 20% akan diperlukan untuk menghindari kekurangan gas dan energi. Sementara itu, BNetzA juga mengatakan fasilitas penyimpanan gas Jerman penuh 91,5% menjelang musim dingin tetapi masih memerlukan lebih banyak penghematan.

"Gas harus dihemat, bahkan jika semakin dingin menjelang musim dingin. Ini akan tergantung pada kita masing-masing," kata Mueller.

Pemerintah Jerman telah berulang kali meminta konsumen untuk menghemat energi di tengah gejolak yang disebabkan oleh perang Rusia-Ukraina. Vonovia, grup properti terbesar di negara itu, berencana membatasi suhu di 350.000 rumahnya hingga 17 derajat celcius pada malam hari.

Majelis rendah parlemen Bundestag Jerman juga berencana untuk mematikan air panas di kantornya dan menjaga suhu udara tidak lebih tinggi dari 20 derajat Celcius pada musim dingin ini.

Krisis energi akut di Jerman ini terjadi akibat serangan Rusia ke Ukraina, di mana Moskow semakin menekan pasokan gas. Ekonomi terbesar Eropa itu sebelumnya sangat bergantung pada gas Rusia dan telah berebut untuk mengamankan pasokan gas dari tempat lain.