Untuk membahas dan menyiapkan Leaders’ Declaration pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November 2022 mendatang, Sherpa G20 Indonesia menyelenggarakan Pertemuan Ketiga Sherpa G20 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27-29 September 2022. Pertemuan tersebut melanjutkan Pertemuan Pertama Sherpa G20 di Jakarta pada 7-8 Desember 2021 dan Pertemuan Kedua Sherpa G20 di Labuan Bajo pada 10-13 Juli 2022.

Selanjutnya, pertemuan keempat atau terakhir nanti akan dilaksanakan back-to-back dengan Pertemuan KTT G20, yang akan diselenggarakan pada 11-14 November 2022 di Nusa Dua Bali (KTT G20 diselenggarakan 15-16 November 2022). Pertemuan ketiga dan keempat Sherpa G20 akan berfokus pada penyiapan konsep Leaders’ Declaration yang akan dibawa dan ditetapkan oleh para Kepala Negara/ Pemerintahan anggota G20 dalam KTT G20 mendatang.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan, Sherpa Track merupakan salah satu workstream dalam G20 selain Finance Track. Sherpa Track membahas tantangan global dan berbagai isu ekonomi (non-finansial), untuk mencari solusi dan memberikan rekomendasi atas agenda dan isu prioritas G20. Adapun pilar utama Presidensi G20 Indonesia yakni Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Ekonomi Berbasis Digital, dan Transisi Energi.

Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia sendiri terdiri dari 12 Working Groups (WG) yakni Agriculture; Digital Economy; Education; Employment; Tourism, Development, Energy Transition; Environment & Climate Sustainability; Anti Corruption; Trade, Investment & Industry; Health; serta Empower (Initiative). Selain itu juga terdapat 10 Engagement Groups (EG) yakni Business 20; Civil 20; Science 20; Think 20; Labor 20; Woman 20; Urban 20; Youth 20; Parliament 20; dan Supreme Audit 20.

“Selain unsur Pemerintah, Indonesia juga secara aktif melibatkan kelompok non-pemerintah yang tergabung dalam G20 Engagement Groups. Tujuannya antara lain untuk memastikan bahwa proses pembahasan mengenai upaya pemulihan ekonomi bersifat inklusif dengan memperhatikan masukan dari kelompok di luar Pemerintah selaku stakeholders dan pelaku utama pertumbuhan ekonomi,” jelas Sesmenko Susiwijono dalam Media Briefing Day 1, di Yogyakarta, Selasa (27/09).

Peran Sherpa Track sangat vital khususnya dalam mengoordinasikan seluruh Working Groups dan Engagement Groups di bawah koordinasinya. Sherpa G20 merupakan perpanjangan langsung dari Kepala Negara/ Kepala Pemerintahan yang akan mendiskusikan berbagai isu non-keuangan dan membahas isu keuangan untuk menjadi bahan masukan dalam penyusunan Leaders’ Declaration.

Selain Working Group dan Engagement Group tersebut, Sherpa Track juga mengadakan berbagai kegiatan lainnya, seperti Culture and Creative Economy, Research and Innovation Ministers’ Meeting, Side Event, dan Joint Ministerial Meeting yang merupakan bentuk kerja sama antar kementerian dan lembaga.

“Presidensi G20 Indonesia sendiri menyelenggarakan total 437 events, yang terdiri dari 184 pertemuan resmi dan 253 Side Events dan Road to G20, seperti acara kita di Yogya ini yaitu pertemuan di tingkat Sherpa. Sedangkan acara puncaknya yaitu KTT G20 akan diselenggarakan di Bali pada 15-16 November mendatang,” kata Sesmenko Susiwijono.

Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 akan memberikan peluang bagi Indonesia untuk memimpin negara maju dan berkembang dalam dalam pembahasan berbagai isu dan proses pemulihan ekonomi global. Presidensi G20 Indonesia juga menunjukkan peran aktif dan kepemimpinan Indonesia di forum global, memperkuat citra positif, dan membangun kepercayaan internasional terhadap perekonomian nasional, menjadi sarana showcasing atas kemajuan pembangunan Indonesia serta pelaksanaan reformasi struktural, dan meningkatkan daya tarik investasi.

“Sebagai Presidensi, Indonesia akan memiliki posisi yang sangat strategis, dalam mengarahkan agenda global untuk mencari solusi nyata, atas sejumlah isu strategis dan agenda prioritas di tingkat global. Selain itu, penyelenggaraan berbagai events juga membantu mendorong pemulihan perekonomian nasional, terutama di sektor akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, serta ekonomi kreatif,” ucap Sesmenko Susiwijono.

Kehangatan dan keramahan Yogyakarta diharapkan akan membangun suasana yang kondusif, dan mendukung diskusi dan pembahasan yang produktif, sehingga  pelaksanaan Sherpa Meeting ketiga ini akan menghasilkan kesepakatan dalam merumuskan draft Leaders’ Declaration.

“Kami berharap Pertemuan ketiga Sherpa G20 ini dapat berjalan lancar, dan menghasilkan output sesuai dengan yang sudah kita targetkan, sehingga berkontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai permasalahan global, dan juga bermanfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” pungkas Sesmenko Susiwijono.