Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) erick Thohir mengungkapkan, sejumlah BUMN telah menyokong investasi ke startup melalui modal ventura atau venture capital.

Menurutnya, sudah lebih dari 300 perusahaan startup menerima modal dari venture milik BUMN. Adapun, modal ventura dibuat oleh beberapa BUMN dan anak usaha mulai dari Telkom, Telkomsel, hingga BNI.

"Dan ada di bawah ini sudah berinvestasi kepada 336 startup yang memang kalau dilihat hari ini banyak juga yang sudah mulai menjadi Unicorn atau Unicorn," ujarnya dalam pembukaan Startup Day, Senin, 26 September 2022.

Selain itu, Erick juga meluncurkan Merah Putih Fund, sebagai alternatif pendanaan para startup. Merah putih fund ini, lanjut dia, bisa didapat startup jika pemilik hingga operasional di dalam negeri.

"Dengan catatan foundernya orang Indonesia perusahaannya harus beroperasi di Indonesia dan bayar pajak di Indonesia, serta bisa tentunya diprioritaskan untuk go public di Indonesia," ucap ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu.

Ia menjelaskan, upaya pendirian modal ventura hingga merah putih fund ini sejalan dengan pembangunan ibu kota Negara baru yang mengedepankan dengan investasi fintech.

Selain itu, kata dia, pengembangan startup tidak hanya dengan pemberian dana saja. Nantinya, BUMN juga melakukan pendampingan, supaya ada keberlanjutan bisnis baik dari BUMN maupun startup.

"Karena kita tidak mau Mohon maaf, tentu direksi daripada BUMN yang tidak punya pengalaman di industri digital ini langsung berinvestasi tanpa ada pendampingan karena kita coba jaga supaya ini benar-benar ada keberlanjutan," pungkas Erick.