Dana asing terus keluar dari dalam negeri (outflow) sepanjang tahun 2022. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga 22 September 2022, dana asing yang kabur mencapai Rp148,11 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Sementara pada rentang waktu 19-22 September, dana asing yang kabur sebanyak Rp3,80 triliun di pasar SBN.

Situasi memang tidak terlepas dari ketidakpastian tinggi dari situasi global. Khususnya Amerika Serikat (AS) yang baru menaikkan suku bunga acuan dan berencana untuk semakin agresif ke depannya.

Bukan hanya Indonesia yang menjadi korbannya, banyak negara berkembang lain juga alami hal serupa. Bahkan lebih parah yang dilihat dari pelemahan nilai tukar mata uang yang terjadi.

Nilai tukar Rupiah sampai dengan 21 September 2022 terdepresiasi 4,97% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021, relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India 7,05%, Malaysia 8,51%, dan Thailand 10,07%.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," tulis BI dalam siaran pers, dikutip Senin (26/09/2022)