Kementerian BUMN berupaya untuk membentuk ekosistem digital terhadap perusahaan-perusahaan BUMN.

Menteri Erick, mengatakan, saat ini, BUMN memiliki 5 perusahaan modal ventura yang mendukung upaya tersebut. Perusahaan modal ventura tersebut yakni Mandiri Capital, BRI Ventures, MDI Ventures, Telkomsel Mitra Inovasi dan terkahir BNI Ventures.

“Modal ventura di bawah BUMN ini sudah berinvestasi kepada 336 startup yang memang kalau dilihat hari ini sudah banyak yang jadi soonicorn dan unicorn,” ujar Erick dalam pembukaan BUMN Startup Day 2022, Senin (26/9/2022).

Menteri Erick menambahkan,  saat ini, modal ventura milik BUMN sedang membentuk merah putih fund untuk membantu startup-startup yang sudah dalam tahap berkembang dan valuasinya besar sehingga bersiap menjadi unicorn.

Menurutnya, hal tersebut seiring dengan konsep Presiden Joko Widodo terkait pembangunan ibu kota baru. “Ibu kota baru ini akan lebih friendly pada investasi fintech, ini yang coba kita rajut,” imbuhnya.

Asal tahu saja, Merah Putih Fund (MPF) diperkenalkan pada Desember tahun 2021 dengan mengumumkan komitmen awal pendanaan putaran pertama ini senilai US$ 300 juta.

Pada Juli 2022, MPF ini baru mendapat izin dari OJK untuk memulai pendanaan. Adapun, MPF juga telah memenuhi kewajiban minimum dana kelolaan Rp 1 miliar akhir Agustus lalu.

Kala itu, Ketua PMO Merah Putih Fund Eddi Danusaputro menjelaskan, setelah adanya izin tersebut saat ini kelima modal ventura ini akan mulai mengumpulkan dananya sesuai target awal yaitu US$ 300 juta.

Hanya saja, Eddi bilang proses pengumpulan dana ini masih perlu membutuhkan waktu, Sebab, perlu dilakukan beberapa proses seperti membuat paperwork dan melakukan transfer dana dari modal ventura yang terlibat tersebut.

“Ya kisarannya dana tersebut bisa terkumpul kuartal I atau molor-molornya kuartal II tahun depan,” imbuh Eddi.