Kabar Presiden China, Xi Jinping dikudeta menggemparkan China. Menurut sejumlah postingan di media sosial negara Tirai Bambu itu, Xi Jinping telah dicopot dari posisinya sebagai Kepala Tentara Pembebasan China (PLA).

Pemimpin negara berusia 69 tahun tersebut bahkan dirumorkan menjadi tahanan rumah. Tagar #ChinaCoup menjadi tren di media sosial Twitter setelah puluhan ribu pengguna menyebarkan desas-desus yang belum dikonfirmasi pada Sabtu akhir pekan kemarin.

Spekulasi ini, yang belum dibahas oleh sumber yang memiliki reputasi baik, muncul karena hampir tidak ada penerbangan komersial yang terbang di atas ibu kota Beijing pada hari Sabtu.

Adapun, laporan yang belum diverifikasi seperti dilansir cnbcindonesia, mengklaim semua kereta api dan bus juga dibatalkan dari Beijing.

Dikutip dari Newsweek, situs web Bandara Ibukota Beijing memang menunjukkan bahwa beberapa penerbangan keluar dari ibu kota China telah dibatalkan, tapi banyak juga yang masih terjadwal atau sudah mendarat. Ada juga laporan bahwa penerbangan dibatalkan di tengah rencana latihan militer.

Sebuah video yang dibagikan secara luas yang diposting di Twitter juga dilaporkan menunjukkan barisan kendaraan militer sepanjang 80 kilometer tengah menuju Beijing.

Namun, video tersebut berdurasi kurang dari satu menit sehingga tidak terlihat jika antrean kendaraan militer membentang sejauh 80 km.

Tidak dikonfirmasi kapan atau di mana video itu difilmkan. Tidak ada informasi valid yang mengatakan bahwa konvoi menuju ke Beijing sebagai bagian dari kudeta militer.

Ternyata desas-desus kudeta dan Xi Jinping dipicu oleh politisi India Subramanian Swamy yang mengunggah tweet ke 10 juta pengikutnya pada hari Sabtu (24/9/2022).

Isi tweet Swamy sebagai berikut: "Rumor baru yang harus diperiksa: Apakah Xi Jingping [sic] di bawah tahanan rumah di Beijing? Ketika Xi berada di Samarkand baru-baru ini, para pemimpin dari Partai Komunis China seharusnya telah mencopot Xi dari penanggung jawab Angkatan Darat Partai. Kemudian tahanan rumah menyusul. Jadi rumornya begitu."

Dalam serangkaian tweet setelahnya, Drew Thompson yang merupakan mantan pejabat Departemen Pertahanan AS untuk China, Taiwan dan Mongolia menggambarkan desas-desus itu sebagai kebohongan total.

"Rumor bahwa Xi Jinping telah ditangkap memiliki alasan karena ini adalah momen politik yang sensitif di China, dan pengadilan (dan vonis) baru-baru ini dari pejabat senior yang menjabat lama menciptakan suasana rumah kaca," tulis Thompson.

"Diskusi terbuka tentang oposisi terhadap Xi membuat desas-desus itu masuk akal. Meskipun kurangnya bukti bahwa Xi menghadapi oposisi internal, tetapi spekulasi tetap ada. Ini meningkatkan masuk akalnya rumor tersebut, atau harapan bagi sebagian orang, bahwa Xi akan ditangkap."