Prihatin dengan ancaman kebocoran nuklir di PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) Zaporizhzhia, pemerintah Polandia berinisiatif mengirimkan pil yodium ke departemen pemadam kebakaran setempat untuk didistribusikan kepada warga.

"Setelah media melaporkan tentang pertempuran di dekat PLTN Zaporizhzhia, kami memutuskan untuk mengambil tindakan perlindungan dengan membagikan yodium," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Polandia, Blazej Pobozy pada Kamis (22/09/2022), seperti dimuat Reuters.

Menurut Pobozy, pil akan dibagikan kepada mereka yang berpotensi besar terkena paparan radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.

"Saya ingin meyakinkan semua warga bahwa ini adalah tindakan rutin dan pencegahan yang akan melindungi kita jika terjadi situasi yang tidak diharapkan," jelasnya.

Kandungan Yodium dalam pil dianggap sebagai cara yang tepat untuk melindungi tubuh dari kondisi seperti kanker tiroid akibat paparan radioaktif.

Ancaman kebocoran nuklir semakin nyata akibat maraknya aksi tembak menembak di wilayah PLTN Zaporizhzhia yang telah merusak bangunan di dekat enam reaktor dan memutus kabel listrik.

Menurut laporan PBB, jika dibiarkan terus menerus akan berisiko menimbulkan bencana nuklir yang berdampak besar pada negara-negara tetangga.

Ditambah lagi dengan ancaman Presiden Rusia, Vladimir Putin yang ingin menggunakan senjata nuklir dalam perang, telah membuat penduduk setempat berebut untuk menimbun yodium sebagai perlindungan diri.